Kenangan Indahku Dimulai dari Perjalanan saya Berlibur ke tempat wisata Pantai Penggajawa
Oleh Redaksi
MAHASISWA.CO.ID - Pantai Penggajawa terletak di kecamatan Nangapenda, kabupaten Ende, Flores Nusa Tenggra Timur. Pantai ini adalah tempat wisata terindah yang ada di kabupaten ende. Perjalananku dimulai pada hari liburan paskah tepatnya tanggal 29-April 2022. Saya merasa sangat bahagia, karena bisa berlibur bersama-sama dengan keluarga dan bersama si dia.
Tujuan kami mengunjungi pantai penggajawa ialah untuk berlibur, dan pantai penggajawa juga berdekatan dengan kampung halaman saya yaitu nangapenda rajawawo. Kami merasa senang, karena bisa sekalian singgah di kampung tercinta. Pada jam 09.00 pagi kami berangkat bersama-sama menuju ke pantai penggajawa nangapenda. Selama 30 menit kami menempuh perjalanan menuju tempat wisata. Canda dan tawa kami rasakan selama dalam perjalanan, tidak terasa 30 menit kemudian kami sudah sampai di tempat tujuan.
Dengan penuh semangat, kakak, adik dan saya langsung bergegas menuju ke pesisir pantai penggajawa, sungguh indah panoramanya dan sejuk udara yang ada di pantai penggajawa. Rasanya semua masalah hilang dan terbalaskan oleh indahnya pemandangan di pantai ini. Bukan hanya itu saja, bebatuan kecil yang ada di pesisir pantai ini juga begitu menarik untuk dilihat oleh pengunjung, apalagi dengan pasir putih yang berbaur dengan desiran ombak pantai penggajawa.
Setalah kami sampai di pante penggajawa, kami beristrahat sejenak lalu kami mencari tempat untuk berteduh, di dalam perjalanan kami untuk mencari tempat berteduh kami melihat pemandangan pantai yang begitu indah. Pasir yang begitu kilat memancarkan cahaya yang dipantulkan dari cahaya mentari yang kian perlahan memunculkan dirinya. Di bibir pantai penggajawa terdapat sekelompok batu- batu yang begitu rapi indah berbaris di sepanjang pasir pantai Pengga Jawa. Setelah beberapa menit mencari tempat berteduh, kami menemukan tempat yang pas dan cocok untuk berteduh. Di sekitaran tempat berteduh kami terdapat dua pohon kelapa yang kian menaungi kami untuk membuat tempat berteduh kami.
Di tempat itu kami memulai cerita kami untuk berlibur. Sang mentari mulai menampakan dirinya di balik awan, bunyi hembusan angin yang datang dari pantai itu turut menghiasi cerita kami. Kami sepakat untuk membuat tempat duduk untuk berteduh, helaian daun pisang menjadi tempat yang nyaman untuk alasan kami duduk. Tidak hanya sampai situ, kami membuat keseruan kami dengan mengambil pasir kemudian membentuk suatu bentuk. Di bawah sinar mentari kami berlari-lari kecil dan bersenda-gurau menceritakan tentang indahnya dunia yang penuh dengan drama.
Tepat pukul 17:28 WITA, mama saya berinisiatif untuk memanggil kembali kami untuk makan. Kemudian saya mengajak kakak dan adik saya yang ikut bersama saya untuk mengeksplor pantai Penggajawa Nangapenda. Setelah semuanya berkumpul bersama, saya ikut bersama membantu kakak saya menyiapkan segala makanan yang kami bawa dari rumah. Mulai dri nasi, lauk-pauk hingga ubi dan pisang kami hidangkan. Kemudian sebelum menyatap segala sesuatu yang telah dihidangkan kami mengawali dengan doa. Setelah itu kami mulai menyatap makanan yang telah dihindangkan. Di bawah desiran angin laut dan bunyi ombak yang bergulung-gulung dan menabrak batu-batu yang ada di bibir pantai Penggajawa Nangapenda kami menikmati segala pemberian berkat dan nikmat dari yang kuasa.
Untuk mengabadikan momen bahagia itu aku mengambil beberapa foto bersama keluarga dan si dia. Seluruh kebahagian aku menjadi lengkap dengan kehadiran dia yang terus menemaniku, di saat aku terpuruk dan saat aku seang berada di titik yang paling di bawah. Semua itu dapat kulalui karena dukungan dari keluarga dan oarang-orang yang terdekatku untuk menikmati setiap langkah beratku dalam menjalani hari yang harus kupenuhi dengan rasa bahagia. Kebahagiannitu kukemas di dalam sebuah foto yang menandakan bahwa aku aka terus berjuang selama tubuhku masih terus berdiri untuk menerjang segala rintangan dan halangan yang ada. Semua kekuatan itu kudapatkan dari mereka yang telah memotivasi aku dan mendorongku hingga di titik ini.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18:39 WITA, waktunya kami untuk berpamitan dengan mentari dan Pantai Penggajawa yang menjadi surga tersembunyi di Nangapenda. Hati kecilku berkata bahwa tidak selamanya yang indah itu di luar, buktinya ada di pantai Penggajawa yang menyuguhkan segala keindahan dengan panorama yang indah nan permai. Di dalam diri aku menyadari bahwa yang ada disini adalah sebuah mahakarya dari yang kuasa yang dengan kuasanya menciptakan sebuah karya yang luar biasa. Dari hasil karya yang luar biasa itu manusia semakin tertarik dan bertanya-tanya bahwa kekuasaan apalagi yang akan menjadi hasil karyanya yang indah dan mempesona.
Oleh: Elisabeth Mbindi prodi PBSI
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0