Mahasiswa.co.id - Mahasiswa kini tidak hanya dituntut untuk fokus pada dunia akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu bentuk inovasi tersebut hadir melalui program KDLK Kewirausahaan (KWU) yang menjadi wadah mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha kreatif dan mandiri.
Mahasiswa peserta program Kuliah Lapangan dan Kewirausahaan (KDLK) Kelompok Wirausaha (KWU) Universitas Hasyim Asy’ari resmi mendirikan usaha Eco Print bernama Lumira Leaf. Usaha tersebut berlokasi di Tanjung, Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Salah satu bentuk kreativitas tersebut hadir melalui usaha Eco Print bernama Lumira Leaf yang dikembangkan sebagai produk kerajinan ramah lingkungan dengan memanfaatkan daun dan bahan alami.
Dok. Diskusi Program Kerja
Awal produksi sekaligus percobaan pertama Lumira Leaf dimulai pada tanggal 29 Maret 2026. Dari percobaan sederhana tersebut, muncul semangat untuk mengembangkan produk eco print yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga mengangkat konsep keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Eco print sendiri merupakan teknik mencetak motif alami dari daun pada kain menggunakan proses tertentu sehingga menghasilkan pola yang unik dan tidak bisa dibuat sama persis. Hal inilah yang membuat setiap produk memiliki ciri khas tersendiri.
Lumira Leaf hadir dengan tujuan memberikan alternatif produk kreatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkenalkan bahwa bahan-bahan alami di sekitar dapat memiliki nilai ekonomi. Produk yang diproduksi pun cukup beragam, mulai dari kain eco print, baju, totebag, hingga topi dengan motif alami yang unik dan estetik. Dalam proses produksinya, Lumira Leaf juga ikut memberdayakan UMKM dan pelaku usaha sekitar. Kain dan totebag diperoleh melalui pembelian dari toko online UMKM, sedangkan produksi baju dan topi dilakukan dengan bekerja sama bersama penjahit lokal. Dengan adanya kerja sama tersebut, Lumira Leaf tidak hanya fokus pada pengembangan usaha kreatif, tetapi juga turut mendukung perekonomian masyarakat dan pelaku usaha kecil. Dalam proses pembuatannya, berbagai jenis daun dipilih dan disusun pada kain, kemudian diproses hingga menghasilkan motif alami dengan warna yang menarik.
Meski masih dalam tahap pengembangan, Lumira Leaf mendapat respon positif dari lingkungan sekitar. Banyak yang tertarik karena produk eco print memiliki tampilan estetik, unik, dan berbeda dari produk kain pada umumnya.
Selain menjadi media kreativitas, usaha ini juga menjadi pengalaman berharga dalam belajar berwirausaha. Mulai dari proses percobaan, pemilihan bahan, produksi, hingga promosi dilakukan secara bertahap dengan penuh semangat dan kerja sama.
Pada tanggal 13 April 2026, Lumira Leaf mulai memasarkan produknya secara lebih luas melalui berbagai media sosial dan platform online seperti Shopee, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Pemanfaatan media sosial dilakukan sebagai sarana promosi agar produk eco print dapat dikenal oleh lebih banyak masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
Dok. Pamflet Produk Usaha
Tidak hanya berjualan secara online, Lumira Leaf juga melakukan penjualan secara offline kepada warga sekitar. Selain itu, Lumira Leaf juga aktif mengikuti workshop eco print lebih dari satu kali untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas produk. Produk

Dok. Car Free Day
Komentar 0