Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa BBK 3 Unair Sukses Adakan Sosialisasi Budidaya Maggot dan Sertifikasi Halal di Desa Ngabetan

IMG-20240129-WA0050

Mahasiswa.co.id - Mahasiswa KKN-BBK 3 Universitas Airlangga menyelenggarakan acara sosialisasi budidaya maggot dan pendampingan sertifikasi halal untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di balai Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Minggu (28/01/2024).

Kegiatan sosialisasi budidaya maggot yang dilaksanakan pada Minggu pagi tersebut mengundang dua pembicara bernama Sujakfar dan Nanik Martini dari Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) cabang Gresik untuk memaparkan materi seputar maggot, khususnya yang berjenis Black Soldier Fly (BSF) dan bagaimana cara membudidayakannya dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh sejumlah warga Desa Ngabetan dan perwakilan dari SMPN 5 Gresik tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai salah satu cara mengolah sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga.

Salah satu penanggung jawab acara sosialisasi budidaya maggot, Farikha Shabrilia, menuturkan bahwa sosialisasi tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Ngabetan yang belum terolah dengan baik. Selain itu, Farikha juga menjelaskan bahwa maggot sendiri juga dapat dijadikan sebagai sebuah ide bisnis baru bagi warga sekitar.

“Sejumlah RT di Ngabetan sudah ada bank sampah untuk mengatasi permasalahan sampah anorganik. Jadi, budidaya maggot selain dihadirkan untuk mengatasi masalah sampah organik juga bisa dijadikan inspirasi bisnis baru bagi warga sekitar yang mau menekuninya,” ungkap Farikha.

Acara sosialisasi budidaya maggot kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan sertifikasi halal untuk pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minumam. Kegiatan sertifikasi yang bekerja sama dengan Pusat Halal Unair tersebut berhasil menghadirkan sekitar 20 UMKM dari Desa Ngabetan yang berminat mendapatkan sertifikat halal secara gratis.

Dalam sosialisasi tersebut, Zuhri Firdaus selaku perwakilan dari Pusat Halal Unair menekankan tentang pentingnya kepemilikan sertifikat halal bagi setiap pelaku UMKM. Sebelum mendapatkan sertifikat halal, para pelaku UMKM diwajibkan untuk mengisi formulir yang menjabarkan tentang nama produk, bahan baku yang digunakan, detail proses pembuatan, hingga melampirkan foto produk yang akan didaftarkan untuk memperoleh sertifikat halal.

Talitha Nirmala, salah satu penanggung jawab kegiatan tersebut, menuturkan bahwa sosialisasi sertifikasi halal tersebut tidak hanya bermanfaat untuk para pelaku UMKM, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat secara umum karena dengan adanya sertifikat halal konsumen bisa merasa lebih yakin bahwa produk yang mereka konsumsi adalah produk yang halal dari segi bahan hingga proses pembuatannya.

“Dengan adanya sertifikasi halal ini, kita bisa meyakinkan konsumen kalau produk kita itu benar-benar pakai bahan dan proses yang halal,” pungkas Talitha.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.