Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa ISI Surakarta dan SLBN Sragen produksi video Pancasila dalam bahasa isyarat

ISI Surakarta
Membuat Video Pancasila dalam Bahasa Isyarat (17/10/2025) Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sragen, Mahasiswa.co.id — Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bersama siswa-siswi tunarungu SLB Negeri Sragen menggelar kegiatan produksi video edukatif Pancasila dalam bahasa isyarat pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang ICT SLBN Sragen mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan berbasis kolaborasi dan pengabdian. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai mitra kreatif bagi para siswa. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penguatan pendidikan inklusif melalui media digital.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa MBKM dari tiga jurusan, yakni Film dan Televisi, Desain Mode Batik, dan Desain Interior ISI Surakarta. Ketiga jurusan tersebut berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah video edukatif yang mengangkat nilai-nilai Pancasila dengan pendekatan visual yang ramah bagi siswa tunarungu. Proses pembuatan video dilakukan menggunakan aplikasi Canva sebagai media pengolahan visual dan penyuntingan. Setelah selesai, video tersebut diunggah ke platform YouTube agar dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan cara ini, karya yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan sekolah, tetapi juga bagi publik secara umum.

Para siswa sedang mengambil video melalui aplikasi canva (17/10/2025) Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan media pembelajaran Pancasila yang lebih mudah dipahami oleh siswa tunarungu melalui bahasa isyarat dan visualisasi yang menarik. Selama ini, penyampaian nilai-nilai kebangsaan sering kali masih bersifat verbal dan kurang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui video ini, mahasiswa dan guru berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dan setara. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dengan melibatkan mereka secara langsung dalam proses produksi. Siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemeran utama dalam penyampaian pesan Pancasila.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendampingi siswa mulai dari tahap perencanaan, latihan bahasa isyarat, hingga pengambilan gambar. Setiap sila Pancasila diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk video. Mahasiswa dari jurusan Film dan Televisi bertugas mengarahkan proses pengambilan gambar, sementara mahasiswa Desain Mode Batik dan Desain Interior membantu mengatur tampilan visual agar lebih menarik. Seluruh proses penyuntingan dilakukan melalui aplikasi Canva yang mudah digunakan dan ramah bagi pemula. Pendekatan ini membuat siswa juga ikut belajar mengenal teknologi digital sebagai sarana berekspresi.

Guru pendamping sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SLBN Sragen, Ibu Nur Aini, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa-siswi tunarungu. “Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang Pancasila, tetapi juga belajar mengekspresikan diri melalui bahasa isyarat dan media visual. Mereka terlihat lebih percaya diri karena dilibatkan langsung dalam pembuatan video yang nantinya dapat ditonton oleh banyak orang melalui YouTube,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa ISI Surakarta membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Menurutnya, pendekatan kreatif semacam ini sangat dibutuhkan dalam pendidikan luar biasa.

Selain berdampak bagi siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa ISI Surakarta. Melalui program MBKM, mahasiswa belajar menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dalam situasi nyata di masyarakat. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan teknis di bidang film, desain, dan visual, tetapi juga belajar membangun empati dan komunikasi dengan siswa berkebutuhan khusus. Proses ini membantu mahasiswa memahami bahwa karya seni dan media dapat memiliki fungsi sosial yang kuat. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bersifat akademik sekaligus humanis.

Nilai penting dari kegiatan ini terletak pada penguatan pendidikan inklusif dan literasi digital. Video Pancasila dalam bahasa isyarat tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi SLBN Sragen, tetapi juga dapat digunakan oleh sekolah lain yang memiliki siswa tunarungu. Melalui YouTube, karya ini berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan yang setara. Selain itu, pemanfaatan Canva menunjukkan bahwa teknologi sederhana pun dapat digunakan untuk menghasilkan media edukasi yang berkualitas. Hal ini membuka peluang bagi guru dan siswa untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa ISI Surakarta dan pihak SLBN Sragen berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Mereka berharap video ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan. Melalui perpaduan seni, teknologi, dan nilai kebangsaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Seni dan media digital pun dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai luhur Pancasila kepada semua kalangan tanpa terkecuali.

Penulis: Desi Falayati Falasyifa dan TIM MBKM SLB Negeri Sragen

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.