Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN Universitas Andalas 2025 Gelar Pelatihan Pembuatan Bioaktivator, POC dan Penyuluhan Eco-Enzyme

Mahasiswa KKN Universitas Andalas 2025 Gelar Pelatihan Pembuatan Bioaktivator, POC dan Penyuluhan Eco-Enzyme

Penulis: Aprisa Noer Aisyah, Nelsie Elvinna, Yasa Athifah Riza dan Firman Hidayat

Mahasiswa.co.id - Permasalahan limbah  organik dari aktivitas rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang perlu diupayakan solusinya. Setiap hari, Jutaan ton limbah organik dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Metode pengolahan limbah organik menggunakan bioaktivator menawarkan solusi efektif untuk mempercepat proses degradasi limbah organik sehingga tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat seperti pupuk organik untuk kegiatan pertanian.

Berdasarkan tema KKN  Nagari Koto Malintang tahun ini, yaitu Konservasi Lingkungan yang fokus pada permasalahan sampah, maka dosen pendamping lapangan Dr. Fuji Astuti Febria  mengarahkan untuk menginisiasi masyarakat untuk melakukan pengolahan limbah organik skala rumah tangga untuk menghasilkan produk yang memiliki value, melalui pelatihan pembuatan bioaktivator, pupuk organik cair (POC) dan edukasi pembuatan eco-enzyme bersama Kelompok Wanita Tani Ambacang Jaya, yang dituangkan dalam bentuk proker yang digawangi oleh sekelompok mahasiswa KKN Aprisa, Nelsie, Yasa dan Firman didukung oleh anggota mahasiswa KKN lainnya.

Dalam upaya mendukung pelatihan pengolahan limbah organik menjadi produk bermanfaat yang dilaksanakan Sabtu (25/01/2025) melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ambacang Jaya, Jorong Ambacang, KWT Fajar Harapan, Jorong Rambai dan KWT Rangkiang, Jorong Muko-muko.

Dalam pengolahannya, untuk memotong limbah organik, mahasiswa KKN memperkenalkan alat pencacah limbah organik sederhana hasil rakitan mahasiswa KKN sebagai luaran proker utama. Ketiga KWT menyambut hangat dan sangat antusias mengikuti pelatihan ini dalam meningkatkan produktivitas tanah dan hasil pertanian.


Pelatihan Pembuatan Bioaktivator, Pupuk Organik Cair (POC), dan Eco-Enzyme kepada Ibu-ibu KWT Ambacang Jaya di Jorong Ambacang, KWT Fajar Harapan, Jorong Rambai dan KWT Rangkiang, Jorong Muko-muko Nagari Koto Malintang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Sumatera Barat

Pelatihan pembuatan bioaktivator menggunakan campuran bahan-bahan seperti gula merah, limbah organik seperti limbah kulit buah ataupun sisa sayuran, “Bioaktivator ini sangat mudah dibuat karena berbahan dasar limbah organik yang ada di sekitar kita, pembuataan dan pemaplikasian yang mudah serta tidak membutuhkan biaya besar. Fungsinya adalah untuk mempercepat proses dekomposisi atau pembusukan limbah organik rumah tangga sehingga dapat diolah menjadi pupuk yang kaya nutrisi.

Poster dan Edukasi dan pelatihan Pembuatan Bioaktivator, Pupuk Organik Cair (POC), dan Eco-Enzyme yang akan difermentasikan

Selain bioaktivator, mahasiswa KKN Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 juga mengajarkan cara membuat POC dari limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi. Prosesnya melibatkan fermentasi limbah organik yang dicampur dengan air dan bioaktivator selama 7–10 hari. Produk akhir berupa cairan yang kaya akan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman.

Kelompok Wanita Tani tersebut sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Menurut mereka selama ini limbah dapur hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu KWT dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga menghemat biaya. Melalui kegiatan yang diusung oleh mahasiswa KKN pembuatan POC dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN juga mengenalkan cara pembuatan eco-enzyme serta manfaatnya. Pembuatan Eco enzyme menggunakan bahan baku limbah organik rumah tangga dengan penambahan gula merah (molasses), dan air difermentasikan selama 2-3 bulan. Produk eco-enzyme dengan sejuta manfaat dapat digunakan untuk campuran pembersih lantai, pupuk, pembersih udara, dan lain sebagainya. serta permasalahan rumah tangga lainnya, pestisida alami dan sebagai pemurnian udara.

Melalui proker ini diharapkan anggota KWT khususnya dan masyarakat pada umumnya tidak lagi membuang limbah organik tapi mengolahnya menjadi produk ditas, sehingga dapat menunjang kegiatan kelompok tani serta melepas ketergantungan akan pupuk kimia secara perlahan.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.