Mahasiswa.co.id - Mahasiswa KKN Universitas Andalas telah melaksanakan program kerja utama berupa peta digital. Program ini merupakan salah satu program kerja yang paling utama, sebab KKN Unand 2025 berbasis Tema. Program ini penting dalam upaya memberikan informasi yang valid dan terperinci mengenai batas- batas wilayah dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan dari keenam korong yang terdapat di Kecamatan tersebut. Melalui pendekatan digitalisasi pemetaan wilayah ini bertujuan agar meningkatkan aksesibilitas informasi geografis kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan program, Mahasiswa KKN UNAND melakukan survei langsung keseluruh korong yang ada di Koto Aur Malintang Utara. Enam korong yang menjadi fokus pemetaan tersebut ialah Lubuak Kumbuak, Simpang Tangah, Padang Lariang Barat, Padang Lariang Tengah, Padang Lariang Timur, dan Siguhung. Kegiatan survei pemetaan wilayah dilakukan selama dua minggu karena ada beberapa kendala yang terjadi seperti cuaca dan akses perjalanan disana pun membutuhkan kehati-hatian saat melakukan survei pemetaan. Survei tidak hanya bertujuan mengumpulkan data disetiap daerah, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat tali silaturrahmi dengan masyarakat, sekaligus mengidentifikasi apa saja potensi, kebutuhan dan tantangan yang dimiliki disetiap wilayah.

Pembuatan peta digital nagari 3 Koto Aur Malintang Utara Mahasiswa KKN UNAND menggunakan dua software atau aplikasi yaitu Google Earth Pro dan Autodesk Civil 3D. Google Earth Pro adalah suatu perangkat lunak yang dapat melihat permukaan bumi menggunakan citra beresolusi spasial tinggi. Mahasiswa KKN UNAND menggunakan Google Earth Pro sebagai pembuatan peta secara teknis, mulai dari pembuatan titik koordinat ketika Mahasiswa UNAND melakukan survei lapangan, pembuatan batas wilayah nagari, serta pembuatan instansi – instansi seperti Sekolah, UMKM, dan Kelompok tani. Selanjutnya kami juga menggunakan perangkat lunak Autodesk Civil 3D yang merupakan solusi suatu desain dan dokumentasi teknik sipil yang mendukung alur kerja Building Information Modeling pada berbagai jenis proyek infrastruktur sipil, Jadi pada aplikasi civil 3d ini dapat membantu dalam membuat keterangan keterangan dalam peta serta memindahkan peta dari google earth pro kedalam civil 3d.

Adapun langkah didalam pembuatan peta digital yang pertama dengan mengumpulkan data berupa citra satelit, peta topografi dan lainnya, lalu data diolah dengan menggunakan dua perangkat lunak. Kemudian memvisualisasi data dengan menambahkan layer informasi seperti batas administratif, jaringan jalan, lahan pertanian dan fasilitas umum. Selanjutnya yang terakhir ialah dengan validasi dan finalisasi data dengan melibatkan pemangku kepentingan untuk memastikan akurasi data. Peta digital kemudian di presentasikan oleh Mahasiswa KKN UNAND di Kantor Wali Nagari III Koto Aur Malintang Utara. Hasil peta digital ini diharapkan dapat memberikan manfaat didalam pengambilan keputusan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

Oleh: Ahsana fitriadina/Sosiologi/Universitas Andalas