Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Meningkatkan Kemampuan otak Melalui pelatihan Literasi dan Numerasi pada anak Sekolah Dasar

e6331492-87bb-40b6-93ae-e2cf19e4954e

Mahasiswa.co.id - Praktik Kerja Lapangan (PKL), merupakan mata kuliah wajib bagi para mahasiswa/i Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, yang mana PKL ini merupakan praktikum 1 bagi mahasiswa/i yang berada di semester 6. kegiatan ini juga dilakukan oleh salah satu mahasiswi program studi Kesejahteraan Sosial yaitu Safinatul Husnah 200902075, bertempat di UPT SD Negeri 066652, Jl. Bakti Luhur, Dwi Kora,  Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Program ini dilaksanakan dalam bentuk meningkatkan kemampuan otak melalui pelatihan literasi dan numerasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa/i di SD Negeri 066652 Kota Medan. Melalui observasi, dan melihat kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di SD Negeri 066652 Kota Medan. Program ini dilaksanakan seminggu 3 kali pertemuan.

Literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik khususnya di jenjang sekolah dasar, agar dapat menyesuaikan diri dalam berbagai konteks kehidupan, baik personal, sosial maupun profesional.

Kemendikbudristek mendorong peningkatan literasi dan numerasi dengan berbagai cara, salah satunya melalui program Kampus Mengajar. Dalam program ini, Kemendikbudristek mengirimkan mahasiswa terpilih ke sekolah dasar dengan tujuan membantu empat hal, yaitu literasi, numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi. 

Mahasiswa yang ditempatkan di sekolah dasar menjadi partner kolaborasi bagi guru di sekolah tersebut. Kriteria sekolah dasar yang dipilih sebagai tempat mengajar mahasiswa adalah sekolah yang terakreditasi C atau B dengan jumlah siswa yang sedikit atau terletak di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Diawal pertemuan, sebelum memulai pelatihan literasi dan numerasi, Saya terlebih dahulu melakukan observasi di sekolah kemudian melakukan pendekatan diri kepada siswa dan siswi dari SD NEGERI 066652 Kota Medan. Proses pendekatan yang saya gunakan dengan memberikan waktu membaca secara bergilir dan mengisi soal numerasi di papan tulis secara bergantian hingga akhirnya disini saya menemukan beberapa siswa/i yang tidak dapat membaca (literasi) dan tidak dapat memahami pembelajaran numerasi pada siswa kelas 4.

Hal ini terjadi diduga karena terjadinya wabah virus covid-19 pada tahun 2020 membuat pihak pendidikan memberlakukan pembelajaran secara online untuk mencegah penyebaran virus di masyarakat sekolah. Hal ini berdampak kepada kurang efektivenya proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pada pembelajaran online ini terdapat penurunan terhadap: minat belajar peserta didik, tingkat pemahaman peserta didik ketika proses pembelajaran, dan kemampuan literasi dan numerasi dari peserta didik .

Maka untuk merealisasikan program agar berjalan lancar, saya menggunakan tahapan pelayanan pekerja sosial yaitu metode Group work.

Tahapan tersebut antara lain :

1. Tahap Assessment

Pada tahap ini guna untuk mengidentifikasi klien dalam menemukan masalah, kebutuhan, dan potensi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah klien. Saya melakukan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dialami klien yang mana hasil dari wawancara tersebut, ialah diketahui terdapat beberapa siswa/i kelas 4 di sekolah ini yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang cukup rendah di karenakan kurangnya pembelajaran dari lingkungan rumah.

2. Tahap Planning

Pada tahap ini adalah merencanakan perencanaan apa yang harus dilakukan untuk permasalahan klien, yang mana perencanaan tersebut juga disepakati oleh anak tersebut. Dalam rencana ini saya sebagai fasilitator berupaya membantu klien meningkatkan kemampuan otak melalui pelatihan membaca buku dongeng dan perhitungan dasar.

3. Tahap Intervensi

Pada tahap Intervensi ini saya mulai melaksanakan atau menjalankan planning (rencana) yang sudah di rangkai/ susun dan sudah disepakati sebelumnya untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Disini saya mulai menanamkan percaya pada kemampuan diri yang dia miliki, meyakinkan dia bahwa ia bisa mencapai tujuannya, memberikan dukungan kepada si anak bahwa dengan adanya kemauan, keyakinan, dan ketekunan, untuk keluar dari ketakutan serta permasalahan yang dia miliki maka ia akan mampu mencapai tujuan untuk keluar dari permasalahannya. Saya memberikan kesempatan untuk dia melatih dirinya melalui membaca cerita cerita dongeng di hadapan teman - temannya dan memberikan kesempatan untuk mengerjakan soal matematika di depan kelas dengan materi yang sedang di pelajari agar dapat melatih kerja otak pada anak.

4. Evaluasi

Pada tahap ini adalah kegiatan monitoring dan control terhadap klien. Melihat rencana yang sudah direncanakan mencapai tujuan yang diinginkan, maka diharapkan terlihat program yang saya jalankan apakah sudah berada tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Adanya kemajuan dan perubahan perkembangan pada anak tersebut, dimana terlihat bahwasanya klien sudah mampu membaca secara lancar dan mampu memahami perhitungan dasar serta memiliki daya tangkap yang cepat dalam sistem kerja otak anak.

5. Tahap Terminasi

Pada tahap ini adalah tahapan berakhirnya sebuah kontra antara pekerja sosial dengan klien. Kontrak ini diberhentikan dikarenakan sudah tercapainya perencanaan program ini terhadap klien sehingga memberikan perubahan yang diinginkan. Oleh sebab itu saya memutuskan kontrak kerja dengan klien.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.