Mahasiswa.co.id - Di era society 5.0 seperti sekarang, salah satu hal yang paling sering kita temui dalam media sosial adalah gaya mix and match ala selebgram. Tren ini banyak digemari dan jadi sumber inspirasi fashion yang seolah tidak pernah ada habisnya. Melalui gaya padu padan pakaian, kita diajak untuk lebih berani mengeksplorasi berbagai model fashion serta membuat penampilan terlihat lebih kreatif tanpa harus membeli banyak pakaian baru. Konsep ini menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin tampil stylish, hemat, sekaligus ramah lingkungan.
Banyak selebgram yang tampil kreatif dengan memadukan pakaian lama dengan gaya baru, menggunakan warna-warna berani, serta menambahkan aksesoris unik agar penampilan terlihat lebih fresh. Tidak heran jika banyak orang merasa terbantu karena mendapatkan referensi berpakaian untuk berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari kuliah, kerja, hingga hangout santai bersama teman. Mix and match ini juga mengajarkan kita untuk berani keluar dari zona nyaman. Sebagai contoh, kemeja lama bisa dipadukan dengan celana jeans model
kekinian, atau dress sederhana bisa terlihat elegan hanya dengan tambahan belt dan aksesoris yang tepat. Dari sini terlihat bahwa kreativitas lebih penting daripada sekadar mengikuti tren belanja pakaian baru.
Namun, dari sisi lain, tren ini juga membawa konsekuensi sosial yang cukup besar. Melihat feed Instagram selebgram yang selalu tampil kece dan stylish, sering kali membuat orang lain merasa tertekan. Ada dorongan untuk selalu tampil ‘sempurna’ setiap hari, meski sebenarnya tidak semua orang memiliki kemampuan finansial, waktu, atau bahkan minat untuk melakukannya. Ekspektasi ini bisa menimbulkan stres karena seseorang merasa takut ketinggalan tren atau dianggap kurang modis oleh lingkungannya. Ditambah lagi, muncul rasa tidak percaya diri ketika membandingkan tubuh atau gaya pribadi dengan standar yang ditampilkan di media sosial.
Fenomena ini semakin kuat dengan adanya istilah fear of missing out (FOMO). Banyak orang merasa ketinggalan zaman jika tidak mengikuti tren fashion terbaru. Tak jarang muncul rasa minder karena pakaian atau gaya yang dimiliki dianggap kurang sesuai dengan standar ideal yang ada di media sosial. Fenomena outfit of the day (OOTD) juga semakin memperkuat tekanan ini, karena seolah-olah setiap orang dituntut untuk selalu tampil baru dan berbeda setiap hari. Padahal, dalam kenyataannya, menggunakan pakaian yang sama berulang kali bukanlah sebuah kesalahan. Justru, jika dipadukan dengan cara yang kreatif, pakaian lama bisa menghasilkan gaya baru yang segar.

Komentar 0