Evaluasi Diri Bagaimana berbahasa, berprilaku dan beribadah yang baik untuk menjadi mahasiswa yang ideal
Oleh Redaksi
Oleh:Muhammad Hanif Ladzuardi
Pendahuluan Bagaimana cara menjadi "mahasiswa ideal"? Dalam perjalanan kuliah saya sebagai mahasiswa semester pertama yang baru menginjak kan kaki di gerbang Universitas yang masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui buruk dan baiknya bagi diri saya. dan sesuai topik yang saya bawa evaluasi diri bagaimana berbahasa, berprilaku dan beribadah agar menjadi mahasiswa yang ideal , kita semua tau bahwasanya menjadi mahasiwa tujuannya agar menjadi sarjana yang berilmu dan masih banyak lagi tapi apakah cukup kita selanjutnya bisa menjadi manusia yang ideal untuk kedepannya?, tentang perjalanan manusia yang diuji dengan bagaimana kita berbahasa,berprilaku,beribadah membawa kita menjadi seorang mahasiswa ideal. Ketiganya saling menguatkan dalam membentuk integritas diri dan tidak hanya cara kita untuk menjadi mahasiswa ideal tetapi juga cara kita untuk menjadi manusia yang ideal bukankah justru ketiga aspek inilah yang sering kali kita abaikan? Isi
Sebagai mahasiswa dalam proses pembentukan karakter, saya menyadari bahwa menjadi pribadi ideal memerlukan keseimbangan antara lain: berbahasa yang baik dalam bertutur kata menggunakan lisan , berperilaku menjaga sikap dan menunjukkan kematangan karakter, dan beribadah mendekatkan diri kepada tuhan.
1. Berbahasa yang baik dalam sehari-hari dan hal positifnya Berbahasa tentunya dengan bahasa-bahasa di penjuru dunia dengan ciri khas masing-masing fokus kali ini menggunakan bahasa dari bangsa kita sendiri bahasa Indonesia yang bermacam-mcam disetiap daerah Nusantara, bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi tapi sebagai jembatan perbedaan di dalam bangsa itu sendiri, cara seseorang dalam bertutur kata menjadi cerminan cara berpikir, sikap hidup,bahkan karakter dari seseorang fokus. Lalu fokusnya pada pembiasaan mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar bukan semata soal tata bahasa, melainkan juga soal pembentukan karakter dan integritas diri, dan berikut yang dapat saya tangkap ketrampilan berbahasa yang biasa di gunakan dalam sehari-hari pertama keterampilan menyimak Mahasiswa yang terbiasa mendengarkan dengan baik akan tumbuh menjadi pribadi yang setia dan mampu menghargai orang lain.Kedua ketrampilan membaca dengan membaca, mahasiswa berlatih memahami pikiran orang lain, memperluas wawasan, sekaligus menumbuhkan sikap kritis. Ketiga keterampilan berbicara menyampaikan ide secara runtut dan santun akan membentuk pribadi yang percaya diri dan komunikatif, ke empat keterampilan menulis. Menulis melatih kedisiplinan berpikir, keteraturan, dan tanggung jawab intelektual. Keempat keterampilan itu bila dibiasakan akan membentuk karakter mahasiswa yang jujur, kritis, berani, sekaligus santun.
2. Perilaku mahasiswa di lingkup kampus sebenarnya termasuk dalam kategori tingkat kedewasaan. Di sisi lain, integritas seseorang ditunjukkan oleh sifat-sifat yang terlihat biasa, seperti disiplin yang konsisten, kemampuan untuk menghargai pendapat orang lain, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Mahasiswa yang benar-benar berkembang tidak hanya memperhatikan prestasi mereka sendiri, tetapi mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan bermanfaat di kampus. Yang paling menarik adalah, ketika menghadapi situasi sulit, seperti konflik atau perbedaan pendapat, karakter yang matang terbukti. Seseorang harus tetap tenang dalam situasi seperti itu, menunjukkan bahwa kedewasaan tidak hanya terlihat ketika segalanya berjalan lancar, tetapi juga ketika menghadapi situasi sulit.
3. Ibadah sangat juga penting untuk menjaga keseimbangan di tengah rutinitas kuliah yang padat. Rutinitas beribadah, terutama bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga, dapat memberikan ketenangan batin dan emosional. Ibadah dapat membantu mengelola kecemasan dan stres saat menghadapi tekanan akademik. Selain itu, nilai-nilai ibadah, seperti kesabaran dan kejujuran, membantu kita belajar lebih baik. Kesabaran membantu kita memahami konsep yang lebih kompleks, dan kejujuran membantu kita tetap jujur dalam melakukan setiap aktivitas. Keterampilan memanajemen waktu yang sangat penting untuk mengatur jadwal belajar dan aktivitas lainnya dapat dicapai melalui kebiasaan mengatur waktu untuk ibadah. Akibatnya, ibadah tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual seseorang, tetapi juga berdampak positif pada prestasi akademik siswa dan perkembangan pribadi mereka.
Kesimpulan Secara keseluruhan, berbahasa, berperilaku, dan beribadah merupakan cara dalam membentuk mahasiswa yang ideal. Kemampuan berbahasa yang baik mencerminkan karakter dan cara berpikir yang matang, perilaku yang santun dan berintegritas menunjukkan kedewasaan dalam bersosialisasi, sedangkan ibadah menjadi dasar keseimbangan batin dan moral dalam menjalani kehidupan. Ketiganya saling melengkapi, menjadikan mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki nilai spiritual yang kuat. Dengan demikian, mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0