Mahasiswa.co.id - Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Universitas Muhammadiyah Malang yang dilaksanakan oleh kelompok 25 gelombang 3 ini memiliki tujuan khusus yang disasar pada anak Sekolah Dasar. Dengan tema yang diusung kelompok 25, yaitu “Pentingnya Literasi Finansial di Sekolah Dasar dalam Membentuk Generasi yang Cerdas Secara Finansial”. Program ini dilaksanan di SDN Tunjungsekar 2 yang berlokasi di Jl. Ikan Tombro No.1, Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Program utama edukasi dalam meningkatkan minat literasi finansial ini berlangsung pada 23 dan 24 Januari 2024.
Kelompok 25 berkontribusi dengan membantu pembuatan desain pengganti uang yang digunakan SDN Tunjungsekar 2 sebagai transaksi di kantin sekolah. SDN Tunjungsekar 2 dikenal sebagai sekolah yang mengedepankan misi literasi finansial kepada seluruh siswanya. Pengganti uang ini sudah diterapkan kurang lebih 3 tahun. Dana yang didapat dari kantin sekolah ini nantinya dapat membantu pembangunan atau keperluan sekolah lainnya.
Sementara tujuan pihak sekolah mengganti uang dengan alat tukar pengganti uang sebenarnya sederhana, yaitu untuk menarik minat para murid untuk berbelanja di kantin sekolah dan meminimalisir membeli di luar sekolah. Siswa yang ingin membeli makanan atau minuman di kantin sebelumnya menukarkan uang asli dengan kertas pengganti uang terlebih dahulu sebelum berbelanja. Kertas pengganti uangnya pun memiliki nominal yang bervariasi; mulai dari Rp500, Rp1000, Rp2000, Rp5000, hingga terbesar Rp10.000.
“Alasannya simpel, yaitu supaya murid-murid bisa jajan di kantin, karena kalau di kantin kan lebih terjamin kesehatan/higienisnya daripada di luar. Baru saat pulang sekolah, akan-anak bisa jajan di luar sekolah,” Ujar Andhika Hermawan, salah satu guru si SDN Tunjungsekar 2.
Kelompok 25 bekerja sama dengan kepala sekolah SDN Tunjungsekar 2, yaitu Bapak Sigit Gunawan, S.Pd, serta guru lainnya ikut andil dalam diskusi terkait desain uang ini. Sebelumnya, kelompok 25 juga mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada murid kelas empat dengan pemaparan materi mengenai literasi finansial dan mengajak mereka untuk praktik menabung. Kelompok 25 juga melakukan survey kepada murid dan berkonsultasi secara rutin kepada pihak sekolah mengenai desain yang diinginkan.

Komentar 0