Mahasiswa.co.id - Akhir-akhir ini di Tiktok banyak beredar konten yang membahas mengenai fatherless. Dalam salah satu konten tersebut menyebutkan bahwa ia kehilangan peran dari seorang ayah sejak ia remaja karena perceraian orang tuanya. Dimana ayah merupakan pilar keluarga, sumber inspirasi, dan figur yang memberikan rasa aman serta bimbingan. Ketika sosok ayah hilang, akan berdampak di berbagai aspek kehidupan, mulai dari emosional, sosial, hingga psikologis.
Istilah fatherless merujuk pada kondisi di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan aktif seorang ayah dalam kehidupan sehari-harinya. Umumnya kondisi ini dialami oleh anak-anak yang kehilangan akan sosok ayah karena meninggal dunia. Namun, tak jarang juga kondisi ini dialami oleh anak-anak yang kehilangan sosok ayah akibat perceraian, kurangnya kedekatan seorang anak dengan ayahnya, serta sikap ayah yang menelantarkan hingga tidak peduli dengan anaknya.
Kurangnya peran seorang ayah dapat menimbulkan perasaan yang haus akan cinta serta kasih sayang, sehingga seorang anak mencari hal tersebut di diri orang lain. Ketidakhadiran seorang ayah pun dapat menimbulkan rasa cemas dan tidak aman, kesulitan dalam mengekspresikan dirinya, serta menunjukkan emosinya.
Ketidakpercayaan, rasa takut akan penolakan, dan kebutuhan berlebihan akan pengakuan bisa muncul dalam hubungan dewasa yang mencerminkan luka dari masa kecil. Kehilangan peran dan sosok seorang ayah sangat berdampak signifikan pada tumbuh kembang seorang anak yang akan mempengaruhi individu, proses duka yang dilalui, serta cara-cara untuk menemukan kekuatan dan makna di tengah kehilangan yang begitu besar. Anak-anak yang merasakan kehilangan sosok ayah harus diberikan dukungan agar dapat memberikan rasa aman dan pengakuan yang saat kecil kurang dirasakannya.
Oleh : Anastasya Sari
Komentar 0