Mahasiswa.co.id - Remaja, aktif, senyum yang selalu bersemangat, dan sorot mata yang menyimpan sejuta harapan merupakan rentetan kata yang mewakili sosok Ajeng Lestari Khoirunnisa Sudika. Ajeng Lestari atau yang biasa dipanggil Riri adalah wanita kelahiran Kuningan, 19 April 2004. Riri merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Padjajaran. Meskipun baru menginjakkan kaki di semester 4, Riri telah mengukir banyak pengalaman berharga dengan sejuta langkah menuju masa depan.
Ajeng Lestari Kecil
Sejak kecil Riri gemar dengan aktivitas yang mengharuskan dia bertemu dengan banyak orang, seperti dunia modelling. “Aku sejak kecil sudah sering mengikuti perlombaan model, baca puisi dan pidato. Ini yang membuat aku memiliki banyak semangat untuk belajar hal baru, karena sedari kecil aku sudah disiapkan wadah oleh orang tua untuk berkembang.” ujar remaja itu dengan semangat. Berbeda dari anak lainnya, bagi Riri setiap langkah kecil yang tumbuh dalam dirinya merupakan salah satu bentuk proses untuk meraih masa depannya. Banyak prestasi yang telah diukir Riri sedari sekolah dasar, seperti mengikuti kompetisi Mojang Alit hingga menjuarai Super Model Indonesia Tahun 2014, Putri Muslimah, Sophie Paris Tahun 2014 dan The Best Childern Model Ninos Tahun 2014.
Tumbuh diantara banyaknya kakak laki-laki membuat Riri selalu merasa disayang dan dilindungi. Terlebih bagi kedua orangtuanya, Riri merupakan peri kecil yang sangat ditunggu kehadirannya dikeluarga mereka bertahun-tahun. Berbekal kasih sayang dan lingkungan yang positif membuat Riri menjadi pribadi yang selalu bisa menyebarkan energi baik kepada orang sekitarnya. Percaya diri dan selalu berusaha membahagiakan keluarga merupakan salah satu impian yang menjadikan seorang Riri selalu bersemangat untuk menggapai asa dengan jalannya sendiri.
Selalu Ingin Belajar Hal Baru
Riri mulai terjun aktif di dalam organisasi dan kepemimpinan sejak masuk kuliah. Ketertarikannya dalam mengeksplor hal baru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi membuat Riri selalu bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan oleh kampusnya, Universitas Padjajaran. Baginya, memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi dan kepanitiaan membuat dia menjadi lebih banyak belajar terlebih tentang menghargai waktu. Tidak bohong, menurutnya, rasa capek selalu menghantui dirinya setiap hari. Namun, itu sudah menjadi konsekuensi agar selangkah lebih depan dibanding yang lain. Nyatanya memang hidup selalu menentukan prioritas dan harus ada yang dikorbankan. Baginya sangat penting untuk menentukan prioritas dan itulah yang menjadi salah satu tantangan. Sebuah tips dari Riri adalah selalu utamakan pekerjaan yang mudah dan konsisten untuk melakukan perubahan agar lebih baik lagi kedepannya. Kegagalan itu bukanlah sebuah dosa, justru dari kegagalan itulah kita bisa belajar dan mengambil sepercik pembelajaran untuk melangkah ke arah yang lebih baik lagi.
Jatuh sudah menjadi hal yang kerap kali menimpa Riri. Disaat banyaknya insan yang bisa dengan bebas menikmati harinya justru Riri lebih banyak menghabiskan waktu di hadapan laptop dengan seribu kegiatan rapatnya itu. Namun, disitulah Riri menemukan banyak nilai positif dari teman-teman dan lingkungannya. Memecahkan masalah, mencari solusi hingga berdiskusi setiap saat merupakan kegiatan yang selalu dilaluinya. Ini menjadi kunci keberhasilan dari sebuah proses untuk bertumbuh dan belajar.
Gamaku Goes To UNPAD 2024, menjadi salah satu saksi dan proses dia dalam mengepalkan sayapnya. Menjadi ketua dalam acara ini bukanlah suatu hal yang mudah, namun dengan tekad dan semangat yang tinggi membuat Riri sukses menyelesaikan kegiatan ini dengan seribu pujian yang datang. “Awalnya juga gak percaya sih, apalagi langsung jadi ketua. Sebuah mandat yang besar. Cuman banyaknya dukungan dari teman sekitar dan aku yakin mereka bisa percaya sama aku buat megang ini justru buat aku jadi lebih semangat untuk membuat acara ini bisa bermakna bagi orang banyak. Aku seneng bisa menjadi bagian dari Gamaku Goes To UNPAD 2024. Banyak hal yang gak akan bisa aku lupain karena ini menjadi bagian dari hidup aku yang penuh dengan kenangan. Terima kasih buat seluruh panitia, dan tentunya aku.” ujarnya.
Tentang Fenimisme
Memiliki ketertarikan dengan dunia feminisme menjadi salah satu sorotan yang menarik yang tumbuh dalam diri Riri. Berawal dari kalimat sang ibunda “Meskipun kakak kamu laki-laki semua, jangan mau kalah buat berpendidikan, tunjukin kalau mau perempuan atau laki-laki berhak sekolah tinggi tinggi.” Membuat Riri terbangun untuk memiliki konsep hidup bahwa perempuan dan laki-laki memiliki derajat yang sama. Awalnya, dia merasa sang ibu selalu melindungi dia dari kejailan kakak-kakaknya karena dia adalah anak bungsu, namun nyatanya sang ibu hanya ingin memberi tahu bahwa laki-laki biasanya mempunyai perlindungan dan dia mau Riri juga mempunyai hal yang sama, tidak akan takut dengan laki-laki.

Komentar 0