Mahasiswa.co.id - Selasa ( 25/04/2023) adalah hari yang sangat bersejarah dalam hidupku, karena di hari itu, saya bersama keluarga saya berkunjung ke salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ngadha, tepatnya di Desa Turekisah, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngadha, Flores Nusa Tenggara Timur. Tempat yang sangat indah, sejuk, bersih, dan juga penuh kenangan. Sungguh bahagia dan tenang ketika berada di tempat ini. Bukit Wolobobo namanya.
Bukit Wolobobo merupakan sebuah bukit dengan panorama alam yang sangat menakjubkan sehingga orang-orang menyebutnya keindahan negri di atas awan yang menyenangkan. Ketika berada di tempat ini, kita dapat merasakan udara yang sangat sejuk hembusan angin yang cukup kencang menyentuh tubuhmu.
Di Bukit Wolobobo juga merupakan lokasi wisata favorit banyak orang. Bahkan ada yang berasal luar daerah Bajawa dan selalu ramai dikunjungi karena memiliki ragam wisata di Bukit Wolobobo yaitu kita bisa menikmati keindahan sunrise dan sunset, menengkan diri dan juga sekaligus hunting spot foto.
Saya bersama keluarga sangat senang pada saat itu, karena hari itu dimana kami merayakan Hari Raya Idul Fitri di Bukit Wolobobo sekaligus untuk refreshing. Untuk samapai ke Bukit Wolobobo di butuhkan perjalanan darat sekitar 2 jam dari Mbay, Kabupaten Nagekeo ke Wolobobo Ngadha. Dengan menggunakan kendaraan beroda empat yaitu mobil pickup kami pun memulai perjalanan.
Di setiap perjalanan kami sangat menikmati pemandangan, kami bernyanyi bersuka ria melewati beberapa desa yang pemandangannya adalah persawahan, perkebunan, dan juga sungai yang begitu sejuk dan indah karena dikelilingi oleh beberapa pepohonana bambu yang rindang sehingga kelihatan alam yang asri nan sejuk dan masih banyak lagi.
Tidak terasa kami pun sampai di Kota Bajawa. Saya bersama keluarga berhenti sejenak di rumah makan untuk mengisi perut kami yang kelaparan ini. Setelah merasa kenyang kami pun segera berangkat ke tujuan kami dan dari Kota Bajawa ke Bukit Wolobobo hanya menempuh waktu sekitar 15 menit saja, dengan keadaan jalan yang cukup baik meskipun di beberapa tempat di temukan beberapa jalan yang berlubang.
Kami pun menemukan jalan yang hanya dapat di lalui oleh satu mobil saja, di tambah lagi dengan akses jalannya yang berkelok-kelok. Setelah sampai di area parkir, kami langsung membayar uang tiket masuk dengan sebesar Rp. 5.000,- saja per orangnya. Meskipun dengan perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan, semuanya terbayar oleh keindahan pemandangan Bukit Wolobobo. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan berjalan kaki. Akses jalannya cukup baik dan mudah untuk dilalui dan di sepanjang jalan dihiasi dengan pepohonan dan keindahan alam yang indah.
Ketika kami berada di atas puncak kami mulai mengambil bebrapa foto yang dilatar belakangi dengan pepohonan yang rindang dan sejuk. Kami sangat menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan dan kami berysyukur pada saat kami ke puncak cuaca pada saat itu sangat cerah sehingga kami semua bisa melihat bukit Wolobobo dengan sangat indah dan sebagian besar kota Bajawa dapat diihat dengan jelas seluas mata memandang. Kita juga bisa melihat Gunung Inerie yang indah dan gagah serta keadaan alam yang masih dihiasi pepohonan yang sangat rindang.
Gunung Inerie merupakan gunung dengan permukaan puncak yang lancip. Dari Bukit Wolobobo kita dapat melihatnya kadang tertutup oleh awan, dengan udara yang sangat sejuk dan gumpalan awan kabut sehingga kta dapat merasakan sensasi seperti berada di atas awan. Jauh dari yang namanya kebisingan kota yang ada hanyalah udara sejuk yang menyegarkan.
Setelah lama berada di tempat ini, kami memutuskan untuk pulang. Mengingat rute perjalanan yang cukup jauh yakni Bajawa kembali ke Mbay. Sebelum ke Mbay kami berkesempatan untuk berkeliling di sekitar kota Bajawa. Banyak tempat yang kami lihat mulai dari deretan took-toko megah sampai melihat keindahan lapangan Kartini Bajawa.
Setelah cukup puas bekeliling, kami pun kembali ke Mbay. Dari kota Bajawa menuju Mbay membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Kami pulang dengan membawa perasaan senang dan puas. Terima kasih tuhan untuk alam cipyaan-Mu yang indah ini. Kami bangga dan senang karena sudah melihatnya dan memilikinya. Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan.
( Febri Fauzaniah Yusuf Do, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Flores.)
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0