Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Pesona Pantai Watotena, Adonara

pantai
Ket: Panorama pantai Watotena

Mahasiswa.co.id - Minggu (19/02/2022) adalah hari yang sangat menyenangkan dan sekaligus hari yang bersejarah dalam hidupku.Karena di hari itu,saya bersama keluarga besar dan teman – teman berkunjung ke salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Flores Timur,tepatnya di Desa Nelerereng,Kecamatan Ile Boleng Adonara Timur,Flores Timur,Nusa Tenggara Timur.Tempat yang sangat indah,tenang,dan hangat,serta penuh kenangan.Sungguh bahagaia dan tenang ketika berada di tempat ini.Pantai Watotena namanya.

Nama Watotena sendiri berarti perahu dari batu,atau batu yang berbentuk perahu.Hal ini bisa dilihat dari bebatuan hitam(Batuan magma) yang mengapit bibir pantai ini. Menurut cerita turun temurun masyarakat Adonara,batu – batuan tersebut adalah kapal atau perahu yang terdampar dan kemudian menjadi batu.Sungguh sangat unik.

Pantai Watotena bagaikan surga yang tersembunyi di Desa Nelerereng.Pemandangan di pantai watotena ini sangat indah,dengan deburan ombak perlahan dan desiran angin pantai yang menyejukkn,dengan view gunung “ Ile Boleng “ dan Pulau Lembata serta Pulau Solor,membuat kita merasa terhipnotis dengan keindahannya dan ingin lebih lama lagi berada di tempat ini.Pantai Watotena sangat menawan.Dengan pasir putih bersih dan air laut bergradasi hijau biru,membuat siapa saja jatuh cinta terhadap pantai ini. Selain itu,pantai ini terjaga kebersihannya dan bebas dari sampah yang berserahkan,berkat upaya menjaga kebersihan yang dilakukan oleh warga Adonara.

Di pantai ini juga,tersedia beberapa fasilitas umum seperti kamar mandi,wc,pondok kecil yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk berganti pakaian dan juga bersantai. Uniknya pondok kecil yang di buat di sini terletak di atas batu,sehingga kita dapat menikmati keindahan pantai ini dari ketinggian. Dengan pemandangan yang memukau dan kekayaan budaya lokal yang terkait denga cerita mistis tentang batu – batuan perahu,pantai Watotena merupakan destinasi yang menarik bagi para wisatawan yan ingin meniukmati keindahan alam dan eksplorasi kultural di Adonara Timur.

Awalnya,untuk berkunjung ketempat wisata ini,tidak begitu sulit,karena medan yang dilalui tidak begitu berbahay,hanya saja jalan masuk untuk nsampai ke pantai ini cukup jauh dan berkelok-kelok. Karena memiliki daya tarik tersendiri,pantai ini sering dikunjungi orang – orang baik dari dalam maupun luar Pulau Adonara bahkan ada wisatawan mancanegara yang datang ketempat ini.Untuk masuk dan menikmati keindahan pantai ini kita juga harus membayar tiket masuk sebesar RP.5.000 saja. Jika anda dari Larantuka,perjalanan menuju pantai ini memakan waktu tiga jam.Meskipun aksesnya mungkin tidak begitu mudah,keindahan alam yang di tawarkan oleh Pantai Watotena menjadikannya tempat yang layak dikunjungi di ujung timur pulau Flores.

Di era digital ini pastinya kebutuhan akan foto untukn diunggah di media sosial menjadi hal yang sangat penting. Di pantai watotena ini kita dapat berfoto – foto sepuasnya karena ada banyak sekali spot atau tempat foto yang menarik.Background di sekitar pantai ini begitu menganggumkan. Kita bisa berfoto dengan latar gunung “Ile Boleng “ dan ada juga bukit pulau Lembata di sebelah timur.

Saya bersama teman – teman dan keluarga tiba di tempat ini pukul 15 :00 WIB.Karena kami ingin menikmati sunset di pantai ini lebih lama sehingga kami memutuskan untuk jalan di waktu sore hari. Kami melewati jalan setapak yang berkelok – kelok,ketika hendak sampai di Pantai terdengar deburan ombak yang membuat kami tidak sabar untuk ingin segera turun dari kendaraan dan berfoto – foto.Ketika sampai di bibir pantai,semua letih lesu seakan hilang terbawa semilir angin dan hembusan ombak.

Semua orang mulai sibuk dengan kegiatannya masing – masing .Ada yang berfoto – foto dan ada juga yang langsung mandi.Saya berada dibagian berfoto – foto.kami mulai mengambil beberapa foto,para ibu – ibu pun tidak mau kalah dari kami,mereka pun mulai berfoto dengan gaya mereka yang unik. Di sekeliling pantai juga disuguhi oleh pemandangan dan pepohonan rimbun yang banyak dihuni spesies hewan seperti monyet. Hewan – hewan tersebut tidak berbahaya karena mereka sudah dijinakan.

Kami sangat menikmati keindahan pantai ini.Saya bersama teman – teman berjalan menyusuri pantai dan terlihat buih – buih ombak menyentuh bibir pantai dengan pasir putih ini. Tetapi kami juga kadang berhati – hati karena terkadang ombaknya cukup besar. Bagi kami mengeksplor bentangan alam pantai Watotena ini tidak membuat kami jenuh.Di tempat wisata ini wisatawan sangat dimanjakn dengan pesona panorama alamnya dan membuat betah. Gemuruh ombak yang menggulung dan menghempas di bibir pantai,kadang pecah di dinding batu. Kami semua duduk dan berfoto serta bernyanyi ,ada yang bermain bola volly serta permainan lainnya. Kelihatannya bukan hanya saya bersama teman – teman yang menikmati keindahan pantai ini, anak – anak kecil pun berlari kesana – kemari dan bermain – main di di tepi pantai, namun di awasi oleh orangtua mereka karena terkadang ombaknya cukup besar.

Setelah selesai bernyanyi bersama, dan masih menunggu sunset kami memutuskan untuk pergi membeli minuman serta makanan. Di sekitaran pantai ini terdapat juga pedagang yang menjual makanan serta minuman ringan yang dapat kita nikmati apabila ruang tengah ( perut ) kita sudah tidak bisa bersahabat. Di pantai ini juga terdapat cafe mini yang dapat kita kunjungi bersama pasangan,dan juga keluarga. Sungguh hari yang sangat – sangat menyenangkan dan sekaligus liburan keluarga yang akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan di tempat ini.

Waktu yang di tunggu – tunggu pun tiba.Waktu di mana semburat merah yang muncul di sisi barat yang sangat mengagumkan dengan langit jingga yang cantik tiada duanya. Sungguh anugerah Tuhan yang sangat sempurna. Kami pun mulai mengambil beberapa foto saat Sunset. Setelah puas mengambil foto akhirnya kami di panggil untuk segera pulang karena hari sudah semakin gelap dan suasana pantai mulai sepi. Kendaraan yang kami tumpangi pun sudah datang menjemput. Ada dua kendaraan yang kami tumpangi, satu kendaraan sudah berhasil keluar dari area pantai dan menuju perjalanan pulang,namun kendaraan yang satunya masih terjebak di pantai dikarenakan ban mobilnya pecah,dan harus menunggu bantuan dari desa sekitar pantai tersebut. Saya dan teman – teman merupakan korban dari kendaraan yang bannya pecah tersebut. Hari sudah semakin gelap,tempatnya sangat sepi hanya ada deburan ombak yang terdengar serta suara jangkrik,malam yang dingin. Sembari menunggu,kami membuat api unggun kecil – kecilan untuk menghangatkan badan. Hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Namun cukup terbayar dengan beberapa lembar foto dan momen yang akan menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Ket: Foto bersama dan saat sunset

Akhirnya perbaikan ban pick up pun selesai dan kami beranjak naik dan bergegas untuk pulang.Perjalanan untuk sampai ke desa kami cukup jauh,dan dalam perjalanan kami pun berkelakar seadanya untuk menghilangkan rasa letih dan rasa ngantuk yang sudah tidak bisa di tahan. Pukul 20:00 WIB kami pun tiba dengan keadaan selamat dan langsung kembali ke rumah masing – masing. Sungguh hari yang sangat melelahkan.Saya pun beristirahat sejenak melepas lelah dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi,selesai mandi saya pun langsung merebahkan badan di tempat tidur sambil melihat foto – foto dan kembali mengingat tentang keindahan pantai Watotena,Saya merasa sangat puas.Terima kasih Tuhan untuk hari ini dan terima kasih untuk alam ciptaan-Mu yang sangat indah ini.Kami bangga dan bersyukur bisa memilikinya.

(Nur Azizah Lado Pura,Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Flores.)

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.