Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Program Studi Bahasa Arab Ternyata Tidak Hanya Di Minati Oleh Alumni Pondok Saja

Studi Bahasa Arab

Mahasiswa.co.id - Bahasa Arab merupakan bahasa yang berkaitan erat dengan agama Islam. Bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting bagi umat Islam karena sebagai sarana untuk memahami agama Islam. Sumber hukum Islam juga adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits,yang keduanya menggunakan bahasa Arab. Praktek doa,baik doa wajib maupun sunat juga harus dilakukan dalam bahasa Arab. Bahasa Arab juga merupakan bahasa internasional,karena merupakan salah satu bahasa dari kitab suci agama Islam. Bahasa Arab ini lebih banyak diajarkan di pondok-pondok,tidak sedikit pondok yang mengharuskan santrinya berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Selain itu,ilmu-ilmu tentang bahasa Arab juga lebih banyak diajarkan di pondok,seperti nahwu dan shorof. Oleh karena itu,bukan hal baru lagi apabila program studi bahasa Arab mayoritas peminatnya adalah mereka lulusan dari pondok. Namun ternyata ada beberapa yang bukan alumni pondok,kira-kira apa alasan mereka?

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Arab lebih banyak diajarkan di pondok daripada di sekolah biasa. Di sekolah biasa seperti sekolah negeri terkadang hanya ada mata pelajaran keagamaan yang tidak merinci kepada bahasa Arab. Ada beberapa sekolah biasa yang mepunyai mata pelajaran bahasa Arab seperti sekolah swasta yang berbasis keislaman. Namun, kebanyakan hanya hanya materi dasar,tidak merinci.

Adapun hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa baru program studi bahasa dan sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang bukan alumni pondok,tentang alasan mereka memilih program studi ini. Sebut saja mereka AT,NN,SS,dan AA.

Pertama AT,alasan dia memilih program studi ini karena orang tuanya berharap dia bisa bahasa Arab,karena orang tuanya melihat di kampung halamanya banyak yang kuliah tetapi sangat sedikit yang mengambil jurusan bahasa Arab. Alasan lain karena ketika SMA dia juga pernah belajar bahasa Arab,tetapi hanya dasar-dasar saja. Menurutnya ketika itu bahasa Arab juga mudah dipahami,namun sekarang dia merasa bahasa Arab ternyata rumit.

Kedua NN,alasan dia memilih progam studi ini karena dari SD memang sudah tertarik dengan bahasa Arab,menurutnya mata pelajaran bahasa Arab adalah mata pelajaran termudah daripada mata pelajaran umum. Dulu ketika ingin masuk SMA dia juga sempat daftar ke pondok karena ketertarikanya dengan pondok dan ingin mendalami bahasa Arab,namun ternyata Allah berkehendak lain,tiga kali dia tidak diterima di pondok impiannya,akhirnya dia memutuskan untuk masuk SMA biasa. Oleh karena itu,memasuki kuliah ini dia didukung oleh orang tuanya untuk memiih program studi bahasa dan sastra Arab.

Ketiga SS,alasan dia memilih program studi ini karena ingin belajar dan menguasai bahasa dan sastra Arab sebagai identitasnya orang islam,dan untuk lebih memahami dan mendalami makna Al-Qur’an.

Terakhir AA,alasan dia memilih program studi ini karena dia memiliki ketertarikan dengan program studi bahasa dan sastra arab ini,sehingga dia ingin mengkaji lebih dalam mengenai bahasa Arab dan sastra Arab ini.

Dengan demikian,program studi bahasa dan sastra Arab ternyata memang tidak hanya diminati oleh alumni pondok saja. Ada beberapa yang memang bukan alumni pondok,namun memang sebelumnya mereka pernah belajar tentang ilmu dasar bahasa Arab,sehingga mereka memiliki ketertarikan untuk mendalaminya. Walaupun mereka merasa tertinggal dan sedikit kesulitan,namun semangat mereka tidak padam demi mencapai cita-cita mereka untuk paham bahasa Arab,atau semangat mereka untuk berusaha mewujudkan harapan orang tua mereka yang ingin anaknya paham bahasa Arab.

Oleh karena itu,tidak masalah apabila ingin memiih program studi ini namun bukan seorang alumni pondok.Kita akan belajar bersama,dan mendapatkan pengalaman baru tentunya. Apabila kurang mengerti dan memahami,kita juga bisa belajar melalui konten-konten edukasi bahasa Arab seperti di Youtube atau media sosial lainya. Sekarang ini juga banyak kursus bahasa Arab yang akan membantu kita untuk lebih memahami bahasa Arab apabila kita membutuhkanya.

Oleh: Renita Ardianti

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.