Semangat Toleransi Warnai Pengabdian di Yayasan Amanah Panti Asuhan Yatim Piatu Bersama Mahasiswa UPN Jawa Timur
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Selasa, 09 Desember 2025 menjadi hari yang berarti bagi kelompok pengabdian yang beranggotakan Anita, Callysta, Nadia, Latifa, Haqi, Zahfi, Ardan, Levi, dan Dayyan saat mereka melaksanakan kegiatan sosial di Yayasan Amanah Panti Asuhan Yatim Piatu. Sejak tiba, suasana hangat langsung terasa di halaman yayasan. Anak-anak menyambut dengan gembira, sementara para anggota kelompok mulai menata bantuan, mengatur perlengkapan, dan membagi tugas dengan penuh kerja sama serta sikap saling menghargai. Tidak ada yang merasa lebih penting—semua bekerja bersama untuk menciptakan kegiatan yang bermakna.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang toleransi yang dibawakan oleh Anita, Haqi, dan Zahfi. Ketiganya menjelaskan materi menggunakan bahasa yang sederhana, lembut, dan mudah diterima oleh anak-anak. Suasana semakin hidup ketika Anita menceritakan kisah singkat tentang toleransi, diikuti Haqi yang menambahkan penjelasan ringan mengenai pentingnya menghargai perbedaan. Zahfi kemudian menutup sesi dengan mengajak anak-anak membagikan pengalaman kecil mereka dalam bersikap toleran. Anak-anak terlihat antusias, fokus, dan beberapa bahkan mengangkat tangan untuk bertanya maupun bercerita. Sesi yang awalnya tampak sederhana berubah menjadi momen interaktif yang hangat.
Setelah itu, suasana bertambah meriah dengan dimulainya permainan kelompok. Callysta memimpin permainan dengan penuh energi, dibantu oleh Dayyan, Latifa, dan Nadia yang membantu mengarahkan anak-anak, menjelaskan aturan, dan memastikan semua merasa terlibat. Gelak tawa terdengar di berbagai sudut. Anak-anak bersemangat, saling mendukung, dan tertawa bersama selama mengikuti permainan. Selain menghibur, permainan ini juga mengajarkan kerja sama, menghormati aturan, serta menghargai teman—bentuk toleransi sederhana yang sangat bermakna. Para anggota pengabdian pun ikut terbawa suasana, membuat kegiatan semakin menyenangkan.
Ketika permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui metode secret paper. Kali ini Callysta memandu, ditemani oleh Levi dan Ardan. Mereka membagikan kertas kecil kepada anak-anak dan meminta mereka menuliskan jawaban atas pertanyaan: “Toleransi apa yang sudah kamu lakukan hari ini atau dalam kehidupan sehari-hari?” Seketika suasana menjadi tenang. Anak-anak berpikir sejenak, lalu mulai menulis tindakan baik yang pernah mereka lakukan. Setelah selesai, kertas-kertas itu dikumpulkan secara anonim.
Kotak berisi kertas tersebut kemudian dibuka, dan setiap tulisan dibacakan secara acak. Walaupun sederhana, isi tulisan anak-anak sangat menyentuh. Ada yang menulis tentang berbagi makanan, menolong teman yang menangis, hingga mencoba memahami perbedaan sikap temannya. Setiap kalimat menciptakan suasana haru dan hangat. Para anggota kelompok pun ikut tersentuh melihat ketulusan pandangan anak-anak tentang toleransi.
Pihak yayasan memberikan apresiasi besar atas kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan hiburan atau bantuan, tetapi juga membawa pelajaran emosional yang penting bagi anak-anak panti. Pengurus menyampaikan bahwa metode secret paper jarang digunakan dalam kegiatan pengabdian, padahal sangat efektif dalam menumbuhkan kesadaran moral dan mendorong anak-anak untuk terus melakukan perbuatan baik.
Menjelang sore, kegiatan pun diakhiri. Para anggota kelompok saling berbagi pengalaman dan kesan mereka. Banyak yang merasa bahwa hari itu bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi juga pelajaran berharga tentang arti toleransi yang sebenarnya. Mereka menyadari bahwa toleransi dapat tumbuh dari tindakan-tindakan kecil seperti mendengarkan, bermain bersama, menjelaskan materi dengan sabar, atau bahkan memberi senyum tulus. Dengan hati yang lebih hangat, mereka meninggalkan Yayasan Amanah sambil membawa pengalaman indah dan nilai-nilai penting yang akan mereka ingat seterusnya.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0