Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Sosialisasi USU Beraksi Mencegah Intoleransi di Ruang Digital dan Sosial di SMA Negeri 2 Medan

IMG_1315
Kepala sekolah SMA Negeri 2 Drs. Marsito, M.Si. menerima cendramata dari Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai bentuk kolaborasi dan pengabadian bersama dengan Mahasiswa USU, Senin (3/11/2025)

Medan, Mahasiswa.co.id – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) kelompok 4 Intoleransi melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai isu intoleransi, khususnya yang berkembang di ruang digital dan lingkungan sosial, kepada para siswa SMA Negeri 2 Medan pada Senin, 3 November 2025.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dr. Ahmad Zuhri Rangkuti, Lc., MHI, dengan Marcelino Zefanya Alinskie Saragi sebagai mentor serta Glen Fiter Siallagan selaku ketua panitia sekaligus penanggung jawab acara. Tujuan utama sosialisasi ialah memberikan pemahaman kepada siswa SMA mengenai risiko dan dampak buruk intoleransi yang semakin sering muncul, baik di media sosial maupun kehidupan sehari-hari. Peserta kegiatan adalah siswa kelas X-2 sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus intoleransi di kalangan pelajar.

Acara diawali dengan penyampaian informasi dan arahan dari guru Bimbingan Konseling mengenai pelaksanaan sosialisasi. Kemudian Glen Fiter Siallagan memperkenalkan topik dan menekankan bahwa kasus intoleransi masih kerap terjadi baik di dunia nyata maupun internet. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa untuk lebih memahami pentingnya toleransi.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman tentang bahaya perilaku intoleran, baik di media sosial maupun kehidupan sehari-hari, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikannya. Semoga materi yang disampaikan membawa dampak positif dan membantu menekan tindakan intoleransi, serta memberi pengaruh baik bagi seluruh siswa,” ujarnya.

Sebelum masuk ke materi inti, mahasiswa melakukan ice breaking yang dipandu oleh Marsinta Sola Gratia Aritonang, Fleon Saori Sinaga, dan Samuel Marudut Hotasi Siagian untuk meningkatkan fokus siswa. Setelah itu, materi mengenai definisi intoleransi, dampak yang ditimbulkan, dan strategi pencegahannya disampaikan oleh Ahmad Reja Syahputra, Christian Louis Fernando Sihite, dan Edward Henry Chusandra.

Sesi berikutnya adalah diskusi kelompok. Para siswa dibagi ke dalam beberapa grup dan diberikan contoh kasus intoleransi di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan X. Setiap kelompok diminta merumuskan solusi untuk mencegah tindakan intoleran tersebut. Melalui diskusi ini, siswa diajak untuk memahami sudut pandang orang lain, lebih peka terhadap perbedaan, dan belajar pentingnya sikap terbuka.

Pada akhir kegiatan, mahasiswa USU bersama siswa SMA Negeri 2 Medan membacakan Deklarasi Anti-Intoleransi sebagai simbol komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan menghargai keberagaman. Poster berisi ajakan untuk menjaga toleransi kemudian ditempelkan di berbagai area sekolah oleh Andryansah Rizki Pratama, Abraham Doziso Nikolman Bago, dan Renhard Ian Fahrel Sinaga sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi siswa kelas X-2 agar lebih menyadari pentingnya mencegah perilaku intoleran yang sering muncul tanpa disadari, serta dapat mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan sosial mereka.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Drs. Marsito, M.Si., menyampaikan apresiasi dan menilai kegiatan ini sangat membantu siswa memahami bahaya intoleransi serta pentingnya saling menghargai perbedaan.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain TM Rafly Ahmadinejad Siregar, Darin Keysa Imtiyaz, Reyhan Andika Panjaitan, Rafi Adzka Nst, Nadia Aulia Putri Nasution, Yohanna Hutapea, dan Ardanetha Simanulang.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.