Mahasiswa.co.id - Pada hari Sabtu, 21 Juni 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 27 mengadakan pelatihan kader Pos Satelit Kesehatan (PosLitKes) di Balai Pertemuan Kelurahan Tembalang. Kegiatan ini dihadiri oleh 19 perwakilan kader dari berbagai RT di kelurahan yang merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara terintegrasi. Sebagai langkah awal, tim KKN melakukan persiapan menyeluruh, yang meliputi penataan meja registrasi, pengaturan kursi dengan jarak aman, penyediaan materi pelatihan dalam bentuk modul sederhana, serta penyediaan snack dan air minum. Proses ini melibatkan kolaborasi erat antara Kelurahan Tembalang dan Tim KKN 27, yang memastikan semua kebutuhan teknis, mulai dari alat tulis hingga fasilitas audio-visual dapat tersedia sebelum peserta tiba.

Kedatangan peserta dimulai dengan antusiasme yang terlihat dari wajah para kader yang hadir. Tim mahasiswa menyambut mereka dengan prosedur registrasi yang terorganisasi, di mana setiap peserta mengisi daftar hadir yang mencakup nama, RT/RW, dan nomor telefon. Setelah itu, peserta menerima camilan sebagai penyemangat dan mengisi kuesioner pre-test yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait konsep kesehatan masyarakat dan peran kader. Kuesioner ini mencakup pertanyaan sederhana seperti “Apa yang Anda ketahui tentang stunting?” dan “Apa tugas utama kader kesehatan?” Proses ini didampingi oleh mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator, memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan dan mengisi formulir dengan baik, sehingga data awal dapat digunakan sebagai dasar evaluasi nantinya.

Acara resmi dibuka oleh MC, yang dengan lugas menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian integral dari pembekalan kader PosLitKes, sebuah inisiatif inovatif untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dalam promosi kesehatan, deteksi dini masalah gizi seperti stunting dan wasting, serta edukasi berkelanjutan. Pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Didit, Dosen Pembimbing Lapangan KKNT Tim 27, yang hadir secara langsung untuk memberikan arahan. Dalam pidatonya, Prof. Didit menegaskan pentingnya peran kader sebagai tulang punggung kesehatan di tingkat komunitas, khususnya di RT, dan mengapresiasi semangat warga yang turut serta. Beliau menambahkan, “Tujuan dari PosLitKes ini adalah untuk membuat keluarga di Kelurahan Tembalang sehat. Selama ini posyandu sudah ada, tetapi buka sebulan sekali di hari kerja. Kemungkinan bapak ibu yang memiliki anak tidak bisa membawa ke posyandu. Ini adalah suatu solusi dimana dalam 1 RT itu dibuat PosLitKes di salah satu rumah warga.” Pernyataan ini menggarisbawahi visi program untuk mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan tradisional.

Sesi inti pelatihan berfokus pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi para kader. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep PosLitKes sebagai unit kesehatan berbasis komunitas, peran dan tanggung jawab kader dalam deteksi dini serta pendampingan keluarga, strategi komunikasi kesehatan yang efektif, dan contoh kegiatan praktis seperti pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas) serta penyuluhan gizi. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan stunting dan wasting, yang menjadi prioritas kesehatan masyarakat di wilayah ini. Untuk memastikan pemahaman, peserta mengikuti beberapa tahapan, termasuk simulasi praktik komunikasi kesehatan dan simulasi praktik langsung menggunakan alat ukur seperti timbangan bayi, pita lila, dan infantometer yang meningkatkan keterlibatan aktif peserta.

Pembentukan PosLitKes ditetapkan sebagai langkah awal menuju sistem pemantauan gizi yang lebih responsif dan berkelanjutan di Kelurahan Tembalang. Pelaksanaannya dirancang secara fleksibel, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing RT, dengan lokasi kegiatan yang lebih dekat dan mudah diakses di lingkungan sekitar. Keberadaan PosLitKes diharapkan dapat memperkuat jaringan layanan kesehatan tingkat dan kelurahan yang menjadi sarana strategis untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting serta wasting secara teruku.. Hasil evaluasi post-test yang akan dilakukan oleh tim KKNT 27 akan menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan program pelatihan ini.
Penulis : Humas Tim KKNT 27 Universitas Diponegoro