Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

UI dan UTM Berdayakan Keluarga Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Migrant Workers

SELANGOR, Mahasiswa.co.id – Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggelar program pemberdayaan bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Program ini menyasar orang tua, guru, dan anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia melalui kegiatan pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguatan pola asuh keluarga.

Program tersebut dilaksanakan melalui skema Enhancing Quality Education for International Impacts and Recognition (EQUITY) yang didukung Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia.

Berdasarkan data International Organization for Migration (IOM), Malaysia merupakan salah satu negara penerima migran terbesar di Asia Tenggara. Warga negara Indonesia menjadi kelompok pekerja migran terbesar di negara tersebut, dengan sekitar 2,7 juta orang Indonesia tinggal dan bekerja di Malaysia berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI tahun 2020.

Melihat kondisi tersebut, UI dan UTM menilai persoalan pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan migrasi. Keluarga PMI juga membutuhkan perlindungan hak dasar, akses pendidikan berkualitas, serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

Kegiatan dipusatkan di Sanggar Bimbingan Meru (SB Meru), sebuah Community Learning Center (CLC) yang didirikan Pemerintah Indonesia di Selangor, Malaysia. Sebanyak 126 peserta terlibat dalam program ini, terdiri atas 40 orang tua, 11 guru, dan 75 anak.

Ketua tim program, Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi komunitas Indonesia di Malaysia.

Pada tahap pertama yang berlangsung pada Desember 2025, UI dan UTM menggelar program literasi budaya Indonesia untuk anak-anak. Peserta dikenalkan pada keberagaman pulau, flora dan fauna, serta permainan tradisional Indonesia melalui metode pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi dan praktik langsung.

Salah satu siswa SB Meru, Sarla, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang mahasiswa dan dosen dari UI dan UTM datang ke sini. Saya bisa belajar sambil bermain, dan saya berharap mereka bisa datang lagi di masa depan,” ujarnya.

Selain kegiatan untuk anak, program ini juga menghadirkan pelatihan bagi guru SB Meru. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh pelatih guru profesional, Wahyudi, M.Pd., Gr., CPSP, dengan fokus pada peningkatan kreativitas dan kemampuan adaptasi dalam mengajar.

Salah satu guru peserta, Rina, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap proses belajar mengajar.

“Program ini sangat bermanfaat. Tim UI tidak sekadar datang untuk mengamati, tetapi juga mengembangkan inisiatif bermakna yang secara langsung mendukung kegiatan belajar mengajar saya bersama anak-anak,” tuturnya.

Pada rangkaian kegiatan yang sama, orang tua juga mendapat pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi sederhana bagi keluarga pekerja migran.

Prof. Zulys mengatakan, pelatihan tersebut relevan karena minyak jelantah banyak dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari.

“Melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, kami berharap dapat membantu para orang tua, yang banyak di antaranya merupakan pekerja migran, untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai, sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Program kemudian berlanjut pada Mei–Juni 2026 dengan fokus pada pengembangan sensorimotor anak, edukasi sains, serta seminar pengasuhan bertajuk “Happy Parents, Happy Children”.

Seminar pengasuhan menghadirkan psikolog sekaligus dosen UI, Dini Rahma Bintari, M.Psi., Ph.D. Dalam paparannya, Dini menekankan pentingnya kehadiran orang tua bagi anak, meskipun dalam waktu singkat.

“Bahkan lima menit kehadiran orang tua di rumah bisa menjadi sangat berharga bagi anak,” kata Dini.

Ia berharap program serupa dapat diperluas ke negara lain yang memiliki komunitas diaspora Indonesia dalam jumlah besar.

“Kami berharap dapat membawa program seperti ini ke negara-negara lain di masa depan. Banyak warga Indonesia di luar negeri yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan keterampilan mereka dan membesarkan anak-anaknya,” ujarnya.

Kolaborasi UI dan UTM ini menjadi contoh peran perguruan tinggi dalam mendukung kelompok rentan, khususnya keluarga pekerja migran Indonesia di luar negeri. Program tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui kerja sama pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.