Webinar Research Center LKP2M Seri 6: Tips dan Trik Mengikuti Penelitian Kolaboratif Mahasiswa
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa Webinar Research Center Seri 6 yang mengangkat tema tips dan trik mengikuti penelitian kolaboratif mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 pukul 19.30–20.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa yang antusias untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait penelitian kolaboratif. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya LKP2M dalam mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa. Selain itu, webinar ini juga memberikan ruang diskusi interaktif antara narasumber dan peserta.
Webinar ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat mahasiswa terhadap program rekognisi penelitian kolaboratif yang tengah dibuka di beberapa fakultas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Banyak mahasiswa yang masih merasa kebingungan terkait syarat, teknis, serta strategi agar dapat lolos dalam program tersebut. Oleh karena itu, LKP2M menghadirkan webinar ini sebagai solusi edukatif untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Program Webinar Research Center sendiri merupakan inisiatif dari Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2025, Ahmad Royhan Firdaus, yang telah sukses menyelenggarakan seri 1 hingga 5. Adapun pada seri ke-6 ini, kegiatan dilanjutkan oleh Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2026, Saniya Alin Salsabila, sebagai bentuk keberlanjutan program yang bermanfaat.
Kegiatan webinar dibuka oleh moderator, Belinda Ratnaduhita Abhasy yang merupakan anggota UKM LKP2M PRA 27. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, Ahmad Royhan Firdaus selaku Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2025. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan secara rinci terkait kualifikasi dan syarat pendaftaran rekognisi penelitian kolaboratif mahasiswa. Selain itu, dijelaskan pula teknis penulisan proposal dan laporan penelitian yang sesuai dengan standar ilmiah. Materi yang disampaikan mencakup struktur penulisan penelitian mulai dari pendahuluan, kajian teori, metodologi penelitian, hingga hasil dan pembahasan serta penutup. Penjelasan ini memberikan gambaran komprehensif bagi peserta dalam menyusun penelitian yang berkualitas.
Memasuki sesi tanya jawab, suasana diskusi menjadi semakin hidup dengan berbagai pertanyaan menarik dari peserta. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh moderator berkaitan dengan pengalaman penelitian yang paling menantang bagi narasumber. Ahmad Royhan Firdaus mengungkapkan bahwa salah satu pengalaman paling menantang adalah saat meneliti tentang Machine Learning untuk prediksi potensi bencana longsor di Banyuwangi dalam ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, pengalaman lain yang tidak kalah menantang adalah ketika harus menyelesaikan tiga pendanaan penelitian sekaligus pada tahun 2025 dengan tenggat waktu yang bersamaan. Meskipun demikian, seluruh penelitian tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga membagikan sejumlah tips dan trik agar dapat lolos pendanaan rekognisi penelitian kolaboratif mahasiswa. Beberapa di antaranya adalah memilih judul yang menarik dan relevan dengan kondisi terkini, mengangkat permasalahan nyata yang didukung data, serta menunjukkan kebaruan penelitian dibandingkan penelitian sebelumnya. Selain itu, penting untuk menggunakan metode yang sederhana namun jelas dan dapat dilaksanakan, serta menyusun proposal yang rapi sesuai pedoman. Narasumber juga menekankan pentingnya penggunaan referensi terbaru dari jurnal, penyusunan RAB yang realistis, serta pemilihan dosen pendamping yang aktif dan suportif. Tidak kalah penting, peserta juga diingatkan untuk menyiapkan presentasi yang meyakinkan serta menentukan target output penelitian yang realistis seperti publikasi jurnal dan HAKI.
Sebagai penutup, narasumber menyampaikan bahwa keberhasilan dalam penelitian tidak hanya ditentukan oleh ide yang menarik, tetapi juga oleh kemampuan dalam menyusun proposal yang rapi dan dapat direalisasikan. “Ide yang bagus ditambah proposal yang rapi dan bisa dilaksanakan akan menjadikan penelitian kita memiliki peluang lolos yang tinggi,” ujarnya. Melalui webinar ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan percaya diri dalam mengikuti program penelitian kolaboratif mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen LKP2M dalam mendukung pengembangan kompetensi riset mahasiswa secara berkelanjutan.
Penulis: Ahmad Royhan Firdaus Lembaga: Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M)
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0