Aksi Nyata Untuk Menanam 50 Pohon Mangrove: Bersihkan, Tanam, Lindungi!
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Sabtu, 5 Juli 2025 menjadi hari yang bermakna bagi kami, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik angkatan 2023 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Dalam rangka pelaksanaan Projek Fikih Hijau yang merupakan bagian dari mata kuliah Islam dan Ipteks, kami mengadakan kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta.
Kegiatan ini kami lakukan secara berkelompok, berjumlah 10 orang mahasiswa, dan didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah AIK, Dr. M. Nurdin Zuhdi., S.Th.I., M.S.I. Dengan mengusung tema “Reboisasi”, kami menanam 50 bibit pohon mangrove sebagai langkah nyata untuk membantu mencegah abrasi pantai serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Fikih Hijau: Spirit Menjaga Alam sebagai Amanah
Projek Fikih Hijau tidak hanya sekadar tugas akademik, namun merupakan sarana pembelajaran nilai-nilai Islam dalam konteks nyata. Fikih Hijau mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Aksi tanam mangrove ini menjadi bentuk nyata bagaimana ajaran agama bisa diterapkan dalam gerakan cinta lingkungan.
Kolaborasi dengan Komunitas Pemuda Pantai Baros
Yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah keterlibatan komunitas atau pemuda lokal yang selama ini turut mengelola kawasan wisata Pantai Baros. Mereka bukan hanya menjaga kebersihan dan ekosistem pesisir, tapi juga menyediakan bibit mangrove serta mendampingi para pengunjung yang ingin belajar dan berkontribusi dalam pelestarian alam.
Kami membeli bibit pohon mangrove dari komunitas tersebut, dengan kontribusi sebesar Rp 40.000 per orang untuk 5 bibit. Para pemuda setempat kemudian membantu kami mengarahkan lokasi tanam yang tepat, serta meminjamkan alat berupa cangkul dan tembilang, yakni alat tradisional bergagang panjang dengan ujung pipih yang biasa digunakan untuk mencungkil pasir pantai saat menanam mangrove.
Kolaborasi semacam ini menjadi bagian dari peluang edukasi dan pemberdayaan masyarakat, di mana wisatawan atau pengunjung belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove sambil berkontribusi langsung.
Proses Penanaman dan Realita Lingkungan
Kegiatan ini dimulai sejak pagi. Kami berangkat dari kampus menuju lokasi dengan semangat tinggi. Setelah pengarahan dan persiapan alat, kami bersama-sama menyusuri pesisir untuk mulai menanam bibit-bibit yang telah disiapkan.
Saat proses penanaman, kami menyadari bahwa medan yang kami hadapi tidak mudah. Pasir yang ada di sekitar lokasi cenderung tidak padat dan angin laut yang kencang membuat kami harus berhati-hati. Namun, dengan bantuan alat dan arahan dari pemuda lokal, proses berjalan lancar.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi kami adalah banyaknya sampah, terutama sandal-sandal bekas, yang tersangkut di akar-akar pohon. Pohon-pohon mangrove yang sudah besar ternyata memiliki akar yang menjalar ke mana-mana dan secara alami menyaring sampah yang terbawa gelombang laut.
Pemandangan ini menjadi tamparan sekaligus pelajaran berharga. Di satu sisi, kami melihat betapa pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem, tapi di sisi lain juga menyaksikan langsung dampak buruk sampah laut yang masih menjadi persoalan besar.
Harapan: Dari Sekadar Tugas Menjadi Gerakan Nyata
Projek ini membuka mata kami bahwa menjaga lingkungan tidak harus selalu dengan aksi besar-besaran. Melalui kegiatan sederhana seperti penanaman pohon mangrove, kami telah mengambil langkah kecil namun berarti untuk masa depan pesisir dan masyarakat sekitarnya, tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga menjadi wujud implementasi nilai nilai fikih yang berpihak kepada kelestarian alam.
Kami berharap dengan kegitan menanam pohon mangrove ini, ekosistem pesisir Pantai Baros menjadi lebih terlindungi dari abrasi, menjadi tempat hidup bagi biota laut dan kami berharap kegiatan ini juga dapat menjadi pemantik semangat lebih banyak lagi untuk mahasiswa dan generasi muda lainnya agar terlibat dalam pelestarian lingkungan, dan semoga Pantai Baros bisa terus menjadi contoh kawasan pesisir yang dikelola oleh masyarakat secara aktif dan penuh kepedulian.
Anggota Kelompok :
Siti Lintang Saputri _2311001002
Ulga Lorenza_2311001003
Dea Armala_2311001004
Lulu Lyra Pranaya_2311001005
Salsa Dea Aliyaul Choirunisa_2311001006
Fadhila Nur Arifah_2311001007
Rahma Devikasanti_2311001008
Ulfa Khoirum Musyafiah_2311001009
Imam Nur Efendi_2311001010
Kharoomi Ilal Aqsho_2311001011
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0