Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Andovi & Jovial Bawa Polarisasi Musikal ke UNS, Angkat Isu Perpecahan di Era Pemilu

Jovial Bawa
Polarisasi (dok.Polarisasi/Polarisasi X BEM UNS)

Mahasiswa.co.id - Setelah sukses digelar di IPB, UI, dan Universitas Prasetiya Mulya, pertunjukan musikal fenomenal “Polarisasi” kini hadir di Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai bentuk kolaborasi antara Polarisasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UNS), pada Jumat (14/11/2025). Diselenggarakan di Auditorium GPH Haryo Mataram, acara ini menjadi rangkaian lanjutan dari tur kampus nasional yang digagas oleh kreator nasional, Andovi dan Jovial da Lopez, lewat Polarisasi Musikal Project.

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk refleksi kritis atas kondisi sosial dan politik di Indonesia, terutama dalam konteks pemisahan ekstrem antarkelompok (polarisasi) yang sering terjadi menjelang dan pasca pemilu. Melalui kisah lima mahasiswa yang ditugaskan membawa proyek perubahan bagi bangsa di tengah suasana pemilihan presiden yang memecah belah, Polarisasi mengajak penonton merenungkan kembali makna persatuan Indonesia.

Sebelumnya, Polarisasi telah dua kali tampil secara live di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Februari dan Oktober 2024, dengan total lebih dari 10.000 penonton. Antusiasme masyarakat membuat proyek ini terus berkembang hingga ke berbagai universitas besar di Indonesia.

Di UNS, acara ini dikemas dalam tiga segmen: Screening Recording, Talk Show Interaktif, dan Exclusive Meet & Greet bersama Jovial dan Andovi. Penonton dapat menyaksikan screening live recording musikal dengan sesi diskusi yang juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk membedah isu polarisasi dari perspektif sosial, budaya, dan komunikasi politik.

Nabhan Ahnaf Ghifari, Ketua Pelaksana Polarisasi x BEM UNS, berharap acara ini dapat membuka wawasan masyarakat agar lebih kritis dalam melihat dan memahami persoalan sosial di sekitarnya.

“Kami berharap Polarisasi tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu menumbuhkan pemikiran kritis di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak untuk memahami dan mengidentifikasi masalah sosial-politik di Indonesia. Bahkan, bagi mereka yang sebelumnya tidak tertarik dengan isu politik, kami berharap Polarisasi Musikal dapat membuka wawasan baru,” papar Ahnaf.

Karya ini sendiri terinspirasi dari pengalaman Andovi dan Jovial ketika menonton Hamilton di Broadway, New York, pada tahun 2019. Mereka mengaku ingin menghadirkan pengalaman serupa di Indonesia—menggabungkan sejarah, musik, dan narasi kebangsaan dalam satu panggung yang memikat dan bermakna.

Target utama penonton Polarisasi Musikal adalah mahasiswa, millennial, gen z, keluarga, serta masyarakat umum. Melalui musik dan pementasan yang modern, karya ini diharapkan dapat menjangkau publik muda dan menginspirasi mereka untuk berpartisipasi dalam menjaga nilai kebersamaan di tengah perbedaan.

“Acaranya seru banget, Andovi dan Jo ngga disangka interaktif dan friendly banget. Walau sayangnya acara agak molor tapi overall happy banget bisa ketemu Andovi dan Jo” jelas Indira, salah satu penonton Polarisasi UNS 2025.

Dengan semangat kolaborasi dan kritik sosial yang segar, Polarisasi Musikal sukses menjadi contoh nyata bahwa seni pertunjukan masih bisa menjadi medium reflektif dan edukatif bagi masyarakat Indonesia. Acara yang dihadiri kurang lebih 300 penonton ini menjadi pemberhentian keempat dalam tur nasional—dan bukan tidak mungkin, pesan “menyatukan Indonesia di tengah perbedaan” akan terus bergema di berbagai kampus lainnya. (Fatima Naura)

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.