Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ketua Umum KMIK Jakarta Kenalkan Sejarah dan Kebudayaan Karawang

KMIK Jakarta

Mahasiswa.co.id - Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) Jakarta, Yayan Hidayat, memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Kabupaten Karawang dalam kegiatan Lebaran Budaya bertajuk “Harmoni Budaya Nusantara, Dedikasi Pemuda untuk Bangsa” yang diselenggarakan Pengurus Besar IKAMI Sulsel di Aula Utama STIE Ganesha, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri 38 organisasi daerah dan organisasi kepemudaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam rangkaian acara, setiap organisasi diberikan kesempatan untuk memaparkan sejarah dan kebudayaan daerah masing-masing sebagai bentuk penguatan identitas budaya Nusantara.

Dalam pemaparannya, Yayan memperkenalkan KMIK Jakarta sebagai organisasi kedaerahan mahasiswa asal Karawang yang berdiri sejak tahun 1971 di Jakarta. Menurutnya, nama KMIK tidak hanya sekadar identitas organisasi, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang persaudaraan.

“KMIK diawali dengan huruf ‘K’, yaitu keluarga. Para pendiri tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga sebuah rumah tempat kita saling merawat, mendukung, dan tumbuh bersama dalam ikatan persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa KMIK bukan hanya membawa nama organisasi, tetapi juga membawa identitas daerah yang harus dijaga bersama.

“KMIK juga diakhiri dengan huruf ‘K’, yaitu Karawang. Sebuah identitas yang melekat dan menjadi pengingat bahwa KMIK memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat, serta memperkenalkan sejarah dan kebudayaan daerahnya kepada generasi muda,” kata Yayan.

Dalam pemaparannya, Yayan menjelaskan bahwa Karawang bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki jejak sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menyinggung keberadaan Candi Jiwa yang diyakini sebagai salah satu candi tertua di Indonesia dan diperkirakan berasal dari abad ke-2 hingga abad ke-7 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanegara.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya Peristiwa Rengasdengklok dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan semangat perjuangan pemuda Karawang terhadap masa depan bangsa.

“Di Rengasdengklok, empat pemuda mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan tanpa campur tangan Jepang. Peristiwa itu menunjukkan bahwa Karawang memiliki semangat perjuangan yang kuat dalam sejarah bangsa,” ujar Yayan.

Tidak hanya sejarah, Yayan juga memperkenalkan kebudayaan Karawang melalui Goyang Karawang dan Tari Jaipongan. Ia menjelaskan bahwa kedua kesenian tersebut lahir dari kehidupan masyarakat agraris Sunda dan memiliki nilai filosofi tentang semangat, keberanian, serta rasa syukur masyarakat.

“Goyang Karawang lahir dari denyut kehidupan masyarakat Karawang sebagai lumbung padi nasional. Sementara Tari Jaipongan mencerminkan karakter perempuan Sunda yang mandiri, energik, berani, dan pantang menyerah,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, KMIK Jakarta berharap generasi muda terus menjaga dan memperkenalkan sejarah serta kebudayaan daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Sejarah dan kebudayaan daerah bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas bangsa yang harus terus dijaga, dikenalkan, dan diwariskan oleh generasi muda,” tutup Yayan Hidayat.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.