Mahasiswa.co.id - Di era digital saat ini, penggunaan teknologi informasi dan finansial telah menjadi instrumen ciri khas zaman sekarang yang digunakan masyarakat dalam pelaksanaan aktivitas jual beli. Teknologi seperti media sosial, aplikasi e-commerce, mobile banking, dan QRIS telah banyak dimanfaatkan oleh penjual maupun pembeli. Pengaruh dari pengunaan teknologi-teknologi tersebut bisa dirasakan secara langsung dengan kegiatan jual beli yang lebih mudah dan cepat dibandingkan kegiatan jual beli yang tidak memakai sarana-sarana tersebut.
Pemakaian teknologi untuk kegiatan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar tersendiri, melainkan juga dipakai oleh usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia, UMKM memiliki dampak yang sangat besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, dengan pengimplementasian teknologi secara efektif, UMKM dapat bertumbuh pesat dengan menjangkau pasar yang lebih besar serta meningkatkan daya saingnya.
Dalam rangka kegiatan pelaksanaan metode pembelajaran Project-Based Learning (PjBL), mahasiswa UPN "Veteran" Jakarta dari kelompok PjBL FEB 43-A telah menyelesaikan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan berupaya membantu UMKM lokal memaksimalkan potensi pemasukan dengan implementasi pemasaran digital. Ayam Penyet Bang Dower, usaha yang terletak di Kantin Pondok Kuliner UPNVJ yang dimiliki sekaligus dijalankan oleh Pak Sapto bersama dengan istrinya bersepakat untuk menjadi mitra kelompok PjBL FEB 43-A.
Pada tanggal 1 Oktober 2025 di UPNVJ Pondok Labu, mahasiswa mewawancarai Pak Sapto untuk pertama kalinya. Kalau soal kualitas, Pak Sapto sudah memastikan bahwa ayam yang dipilih untuk dijual berasal dari peternakan yang bermutu dan bersertifkasi halal. Tidak hanya ayam saja, Pak Sapto juga meyakinkan bahan-bahan seperti cabai dan minyak sudah berkualitas tinggi. Meskipun dengan adanya kenaikan harga ayam, Pak Sapto tetap tegah melayani pelanggan. “Kita bertahan aja walaupun untungnya tidak terlalu besar biar mahasiswa tetap langganan”, ujar Pak Sapto.
Setelah 2 pekan berlalu, tepatnya pada tanggal 16 Oktober, mahasiswa mewawancarai Pak Sapto untuk ke 2 kalinya dengan tujuan mengetahui lebih dalam tentang hal-hal yang menjadi keluhan atau tantangan dalam menjalani usaha Ayam Penyet Bang Dower. Pak Sapto mengungkapkan bahwa Ia terkadang merasa lelah ketika mencatat keuangan setiap saat Ia pulang kerja. Ia juga mengeluh bahwa untung belum maksimal karena masih sulit untuk memastikan pelanggan yang belum bayar.

Komentar 0