Job Training Berbuah Inovasi, Mahasiswi UNDIP Ciptakan Spot Instagramable
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id -- Perpustakaan kini tak lagi sekadar ruang sunyi dengan deretan rak buku yang tertata rapi. Di tengah perubahan gaya belajar generasi digital, ruang literasi dituntut menghadirkan suasana yang lebih nyaman, menarik, dan relevan dengan kebiasaan mahasiswa masa kini. Berangkat dari kebutuhan tersebut, empat mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi ruang di UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melalui program job training pada Februari 2026. Inovasi tersebut berupa penataan sudut kosong menjadi area instagramable bernama Cozzy Mirror Corner. Kehadiran sudut ini menjadi daya tarik baru di lingkungan perpustakaan.
Sudut yang ditata berada di lantai 2, tepat di depan tangga menuju lantai 3. Lokasinya strategis karena sering dilewati mahasiswa setiap hari. Namun sebelum dilakukan penataan, area tersebut hanya menjadi ruang transisi tanpa dekorasi dan tanpa fungsi khusus. Tidak terdapat rak, elemen visual, maupun penunjang kenyamanan lainnya. Kondisi inilah yang kemudian mendorong lahirnya gagasan perubahan.
Ide awal muncul dari arahan pendamping magang yang melihat potensi ruang tersebut. Saran sederhana untuk menjadikan sudut itu lebih instagramable kemudian dikembangkan menjadi konsep yang lebih terstruktur. Para mahasiswi melakukan observasi terhadap karakter ruang dan kebutuhan pengguna. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam merancang konsep yang tetap selaras dengan identitas perpustakaan. Dari proses itu lahirlah Cozzy Mirror Corner sebagai inovasi berbasis pemanfaatan ruang.
Konsep yang diusung adalah aesthetic library corner dengan nuansa minimalis dan natural. Rak buku dekoratif ditempatkan sebagai elemen utama untuk tetap menonjolkan identitas literasi. Cermin full body dipilih sebagai pusat visual karena mampu menciptakan efek ruang lebih luas sekaligus mendukung aktivitas pengguna. Area tersebut dilengkapi rumput sintetis, batu dekoratif putih, serta tanaman hias untuk menciptakan kesan taman mini di dalam ruangan. Penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan sirkulasi pengunjung agar tidak mengganggu aktivitas belajar.
Transformasi ini menunjukkan bahwa inovasi ruang tidak selalu memerlukan perubahan besar. Sudut kecil yang sebelumnya tidak memiliki fungsi kini menjadi area yang lebih hidup dan menarik perhatian. Sejumlah mahasiswa mulai memanfaatkan sudut tersebut untuk berfoto maupun beristirahat sejenak setelah mencari referensi. Kehadiran Cozzy Mirror Corner memberikan suasana baru tanpa menghilangkan fungsi utama perpustakaan sebagai ruang akademik. Inovasi sederhana ini berhasil memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang yang adaptif.
Cozzy Mirror Corner tidak hanya dirancang sebagai spot foto. Sudut ini juga menjadi bagian dari strategi promosi literasi berbasis media sosial. Mahasiswa yang mengunggah foto di area tersebut secara tidak langsung turut memperkenalkan perpustakaan kepada khalayak yang lebih luas. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebiasaan generasi digital yang aktif di Instagram dan TikTok. Dengan cara tersebut, promosi perpustakaan berjalan secara organik dan lebih dekat dengan mahasiswa.
Proses realisasi dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan desain hingga penataan akhir. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan area yang harus tetap mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Pemilihan elemen dekorasi juga disesuaikan agar tidak mengurangi kesan kondusif sebagai ruang belajar. Koordinasi dengan pustakawan dan pengelola UPT Perpustakaan Unwahas menjadi bagian penting dalam proses ini. Kolaborasi tersebut memastikan inovasi tetap sejalan dengan kebijakan institusi.
Bagi para mahasiswi, inovasi ini menjadi pengalaman praktik dalam menerapkan teori manajemen ruang dan promosi informasi yang dipelajari di bangku kuliah. Transformasi sudut kosong menjadi Cozzy Mirror Corner membuktikan bahwa kreativitas dapat menghadirkan solusi nyata. Kehadiran sudut ini diharapkan mampu meningkatkan minat kunjung mahasiswa. Selain itu, inovasi ini menjadi langkah awal dalam penguatan branding perpustakaan berbasis visual. Perpustakaan pun semakin tampil modern tanpa meninggalkan perannya sebagai pusat literasi.
Penulis: Rifdah Adilah; Chindi Kurnia; Dwi Agustina; Herika Ramadani Pembimbing: Mecca Arfa, S.S., S.IP., M.IP. Instansi: Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UNDIP
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0