Serang, Mahasiswa.co.id — Kelompok 11 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya (UNSERA) telah berhasil menyelesaikan program pengelolaan sampah berkelanjutan di Pesantren Daar Al Ilmi dengan dampak yang signifikan. Dipimpin oleh Muhammad Nazriel Zimbran sebagai ketua kelompok dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ratu Dea Mada Badriyah M.Pd, kegiatan ini melibatkan sekitar 600 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem pengolahan sampah yang praktis, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan edukasi yang komprehensif dan partisipatif.
Selama masa pengabdian, mahasiswa KKM UNSERA memperkenalkan lima program unggulan yang dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan pesantren secara holistik. Salah satu program utama adalah pembuatan pupuk lindi dari limbah organik, yang mengubah sampah basah seperti sisa makanan dan dedaunan menjadi produk bernilai ekonomi. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kebun pesantren.
Selain itu, tim KKM juga mengimplementasikan lubang biopori di beberapa titik strategis di sekitar pesantren. Lubang biopori ini berfungsi ganda: membantu proses pengomposan alami dan meningkatkan resapan air tanah, sehingga mengurangi risiko genangan air saat musim hujan. Inovasi sederhana ini mendapat sambutan positif dari para santri karena mudah diaplikasikan dan memberikan manfaat nyata.
Untuk mempermudah pemilahan sampah, mahasiswa melakukan pengecatan dan reparasi drum bekas yang kemudian dijadikan tempat sampah terpisah untuk kategori organik dan anorganik. Meskipun pesantren tidak menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam jumlah besar, sosialisasi mengenai bahaya limbah B3 dan cara pengelolaannya tetap diberikan sebagai bagian dari edukasi. Hal ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan yang lengkap tentang jenis-jenis sampah dan cara penanganannya.
Puncak dari program KKM ini adalah penyelenggaraan Seminar "Santri Peduli Sampah" yang diadakan di Aula Daar Al Ilmi. Seminar ini dihadiri oleh seluruh santri dan pengurus pesantren, termasuk para ustadz dan ustadzah. Materi yang disampaikan mencakup; Teknik pemilahan sampah berdasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan B3); Praktik daur ulang sederhana, seperti pembuatan kerajinan dari sampah anorganik; Bahaya limbah B3 dan cara mengelola limbah tersebut dengan aman.
Tidak hanya berhenti pada teori, mahasiswa KKM juga mengajak santri untuk terlibat langsung dalam pelatihan praktis, seperti pembuatan pupuk organik, pengisian lubang biopori, dan pengecatan drum sampah. Pendekatan "learning by doing" ini membuat santri lebih mudah memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diberikan.
Program ini mendapatkan respons yang sangat antusias dari seluruh warga pesantren. Para santri yang sebelumnya kurang memperhatikan masalah sampah, kini mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar. Bahkan, beberapa santri membentuk tim lingkungan kecil yang bertugas untuk melanjutkan program ini setelah masa KKM berakhir.

Komentar 0