Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

KKM Kelompok 11 UNSERA 2025 Sukses Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Santri Melalui Program Pengelolaan Sampah

UNSERA

Serang, Mahasiswa.co.id — Kelompok 11 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya (UNSERA) telah berhasil menyelesaikan program pengelolaan sampah berkelanjutan di Pesantren Daar Al Ilmi dengan dampak yang signifikan. Dipimpin oleh Muhammad Nazriel Zimbran sebagai ketua kelompok dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ratu Dea Mada Badriyah M.Pd, kegiatan ini melibatkan sekitar 600 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem pengolahan sampah yang praktis, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan edukasi yang komprehensif dan partisipatif.

Selama masa pengabdian, mahasiswa KKM UNSERA memperkenalkan lima program unggulan yang dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan pesantren secara holistik. Salah satu program utama adalah pembuatan pupuk lindi dari limbah organik, yang mengubah sampah basah seperti sisa makanan dan dedaunan menjadi produk bernilai ekonomi. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kebun pesantren.

Selain itu, tim KKM juga mengimplementasikan lubang biopori di beberapa titik strategis di sekitar pesantren. Lubang biopori ini berfungsi ganda: membantu proses pengomposan alami dan meningkatkan resapan air tanah, sehingga mengurangi risiko genangan air saat musim hujan. Inovasi sederhana ini mendapat sambutan positif dari para santri karena mudah diaplikasikan dan memberikan manfaat nyata.

Untuk mempermudah pemilahan sampah, mahasiswa melakukan pengecatan dan reparasi drum bekas yang kemudian dijadikan tempat sampah terpisah untuk kategori organik dan anorganik. Meskipun pesantren tidak menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam jumlah besar, sosialisasi mengenai bahaya limbah B3 dan cara pengelolaannya tetap diberikan sebagai bagian dari edukasi. Hal ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengetahuan yang lengkap tentang jenis-jenis sampah dan cara penanganannya.

Puncak dari program KKM ini adalah penyelenggaraan Seminar "Santri Peduli Sampah" yang diadakan di Aula Daar Al Ilmi. Seminar ini dihadiri oleh seluruh santri dan pengurus pesantren, termasuk para ustadz dan ustadzah. Materi yang disampaikan mencakup; Teknik pemilahan sampah berdasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan B3); Praktik daur ulang sederhana, seperti pembuatan kerajinan dari sampah anorganik; Bahaya limbah B3 dan cara mengelola limbah tersebut dengan aman.

Tidak hanya berhenti pada teori, mahasiswa KKM juga mengajak santri untuk terlibat langsung dalam pelatihan praktis, seperti pembuatan pupuk organik, pengisian lubang biopori, dan pengecatan drum sampah. Pendekatan "learning by doing" ini membuat santri lebih mudah memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diberikan.

Program ini mendapatkan respons yang sangat antusias dari seluruh warga pesantren. Para santri yang sebelumnya kurang memperhatikan masalah sampah, kini mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar. Bahkan, beberapa santri membentuk tim lingkungan kecil yang bertugas untuk melanjutkan program ini setelah masa KKM berakhir.

Tb. Miftahul Jannah S.Ag, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Daar Al Ilmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini: "Program KKM UNSERA ini sangat inspiratif dan membawa perubahan nyata bagi santri kami. Kami bangga bisa menjadi bagian dari gerakan lingkungan ini. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan."

Ratu Dea Mada Badriyah M.Pd, selaku DPL, juga mengapresiasi pendekatan mahasiswa yang tidak hanya memberikan teori tetapi juga turun langsung membimbing santri.

"Ini adalah contoh nyata pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya datang dan pergi, tetapi meninggalkan warisan pengetahuan yang bisa diteruskan oleh santri."
Sementara itu, Muhammad Nazriel Zimbran, Ketua Kelompok 11 KKM UNSERA 2025, menyampaikan harapannya:

"Perubahan kecil hari ini bisa menjadi gerakan besar di masa depan. Kami berharap program ini menjadi langkah awal menuju budaya pesantren yang lebih ramah lingkungan."

Selama pelaksanaan program, tim KKM menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya kesadaran awal santri tentang pentingnya pengelolaan sampah dan keterbatasan sarana prasarana. Namun, melalui pendekatan yang persuasif dan melibatkan santri dalam setiap tahapan program, perlahan-lahan sikap mereka berubah menjadi lebih proaktif.

Program KKM Kelompok 11 UNSERA 2025 ini telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan menggabungkan inovasi teknologi sederhana, edukasi, dan partisipasi aktif santri, program ini berhasil menciptakan dampak nyata dalam pengelolaan sampah di Pesantren Daar Al Ilmi.

Ke depan, diharapkan program ini dapat diadopsi oleh pesantren-pesantren lain dan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan seperti pesantren juga perlu ditingkatkan untuk menciptakan generasi yang lebih peduli lingkungan.
Penulis: Muhammad Nazriel Zimbran, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Serang Raya

Oleh:
Humas KKM Kelompok 11 UNSERA 2025

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.