Mahasiswa.co.id - Konsep neraka jahanam sangat dikenal luas oleh mayoritas umat islam sedunia. Tidak dipungkiri percaya kepada neraka adalah salah satu bagian dari rukun iman yang wajib diyakin oleh ummat Islam. Dalam kepercayaan umat Islam kita mengenal kata jahanam sebagai tempat hukuman terberat yang diperuntukkan bagi orang-orang yang kafir dan menyombongkan diri terhadap Allah, jika kita ingin melihat konsep jahannam dalam Islam maka kita akan merujuk pada salah satu ayat Al Qur’an yaitu surah Az-zumar ayat 72
قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Artinya, Dikatakan (kepada mereka), ‘Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya.’ Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombon gkan diri,’ (Surat Az-Zumar ayat 72)[1].
Fakta uniknya konsep jahanam juga dimiliki oleh agama samawi yang lain, Salah satunya ada di dalam agama Yahudi. Di dalam agama Yahudi mereka memiliki konsep yang disebut dengan Gehenna, jika kita ingin melihat konsep dalam agama Yahudi maka kita perlu merujuk kepada kitab suci mereka yaitu tanakh, dapat kita temui dalam nehemiah 11:30 dimana gehenna digambarkan sebagai lembah[2]. Dalam eskatologi Yahudi Gehenna sendiri merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang dikutuk oleh Tuhan. Awalnya Gehenna atau dalam bahasa Ibrani Ge Hinnom adalah sebuah tempat yang berada di Yerusalem, berupa lembah dimana terjadinya pengorbanan untuk dewa Amon, praktik pengorbanan itu dilakukan dengan cara membakar anak-anak. Praktik ini eksis pada zaman raja Solomon pada abad ke sepuluh sebelum Masehi. Penggambaran terhadap orang-orang yang mati dibakar tadi memberikan konsep eskatologi terhadap agama Yahudi tentang penggambaran api neraka yang diperuntukkan untuk menghancurkan orang-orang yang jahat atau yang telah dikutuk oleh Tuhan[3].
Setelah kita mengenal konsep Gehenna dalam agama Yahudi, selanjutnya muncullah pertanyaan bagaimanakah bentuk jahannam dalam versi eskatologi yahudi?, dalam hal ini dikalangan rabi Yahudi memiliki perbedaan pendapat mengenai bentuk dan karakteristik Gehenna itu sendiri. Ada yang berpendapat penciptaan Gehenna pada hari ke enam dan ada pula yang berpendapat pada hari kedua penciptaan menurut Tanakh. Gehenna juga memiliki pintu atau gerbang masuk yang berbeda beda. Menurut satu pendapat gerbang Gehenna ada di Sion, gurun, laut dan Yarussalem. Pendapat lain mengatakan gerbangnya ada di cakrawala dan di belakang gunung gunung yang gelap. Gehenna digambarkan memiliki sungai yang berisi api dan logam panas, dimana sungai sungai tersebut mengalir diantara kaki orang-orang yang berdosa[4].
Lalu siapakah orang orang berdosa yang akan masuk kedalam Gehenna ini?, menurut Talmud Babilonia orang yang melakukan dosa akan mengalami siksaan dan pembakaran di Gehenna selama dua belas bulan. Setelah itu mereka akan dibangkitkan kembali menuju surga kecuali tiga kelompok manusia: mereka adalah orang orang yang melakukan perzinahan, menjatuhkan harga diri tetangganya dan menghina tetangganya. Selain tiga kelompok di atas ada pula perbuatan yang akan diganjar gehenna apabila dilakukan: pertama adalah menyembah berhala, kedua bersikap sombong, ketiga kemunafikan, keempat adalah sikap mudah marah. Disisi lain ada pula upaya yang bisa dilakukan bagi umat yahudi untuk menyelamatkan mereka dari Gehenna: kegiatan filantropi atau dalam Islam disebut sedekah, berpuasa, mendatangi dan menghibur orang sakit, membaca shemma dan hallel[5].
Daftar Pustaka
“Gehenna | Judgment, Punishment, Hellfire | Britannica.” Encyclopedia Britannica. Last modified October 1, 2024. Accessed November 4, 2024. https://www.britannica.com/topic/Gehenna.

Komentar 0