Konsep Sabar dalam Q.S. Ali-Imran [3]: 200: Sabar dalam Mengelola Amarah
Oleh Redaksi
Artikel
Mahasiswa.co.id - Berbicara tentang “sabar” banyak sekali tren yang menyinggung tentang kesabaran dengan menggunakan kalimat atau kata-kata seperti “tuhan menciptakan amarah untuk apa kita bersabar” padahal kalimat ini tidak seharusnya diucapkan bahkan dijadikan sebuah tren yang berseliweran di media sosial. Seharusnya para konten kreator digital di platform manapun itu memberikan contoh afirmasi positif kepada penonton-penonton agar tren yang diciptakan bernilai positif juga.
Dalam Al-Qur'an, sabar adalah salah satu sifat utama yang sering disebut sebagai kunci untuk mengatasi berbagai ujian dalam kehidupan. Allah swt menyebutkan sabar adalah sifat yang harus dimiliki oleh orang-orang beriman dalam menghadapi tantangan, penderitaan, dan musibah. Sabar bukan sekedar menunggu keadaan berubah, melainkan kesanggupan untuk tetap kuat dan bijak ketika menghadapi tantangan, sabar adalah salah satu nilai tertinggi dalam ajaran agama dan kehidupan. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Q.S. Ali-Imran [3]: 200. Seruan untuk Sabar dan Keteguhan Iman dalam Q.S. Ali-Imran [3]: 200 Allah swt. berfirman dalam Q.S. Ali-Imran/3: 200 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ࣖ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 200)
Dalam Tafsir Al-Misbah (2/322) Prof. Quraish Shihab menjelaskan pada ayat ini Allah swt memberikan pesan kepada hambanya melalui firmannya “Hai orang-orang beriman, kalian harus sabar, sabar yang kuat lagi. Selain itu, kalian juga harus selalu siap siaga. Tapi yang paling utama, jangan lupa takut sama Allah. Kalau kalian bisa melakukan semua ini, kalian pasti akan menang.”
Banyak hal yang dapat membuat kita mengeluh di dunia ini, kadang kita mengeluh karena hasil yang diinginkan tak sesuai yang didapatkan saat ini atau keadaan hidup yang dijalani saat ini begitu berat membuat kita sering mengeluhkan keadaan. Tetapi jika kita mempunyai kesabaran akan jauh dengan sifat yang sering mengeluh dengan semua sifat yang keji (sifat yang tidak disukai Allah Swt).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir (2/222) Al-Hasan al-Bashri berkata: mereka diperintahkan untuk senantiasa bersabar dalam menjalankan agamanya yang diridhai oleh Allah, yaitu agama Islam. Sehingga mereka tidak akan meninggalkannya pada saat sengsara maupun pada saat bahagia, pada saat kesusahan maupun pada saat penuh kemudahan, hingga akhirnya mereka benar-benar mati dalam keadaan muslim. Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk memperkuat kesabaran mereka terhadap musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka. Dalam Tafsir Al-Azhar (2/1048) Buya Hamka mendefinisikan sabar yaitu, Sabar: Tahan hati, teguh, sabar menahan nafsu, sabar mengendalikan diri , baik waktu bertahan ataupun waktu menyerang, sabar sedang cobaan menimpa, dan sabar melakukan perintah Allah.
Mengamalkan sifat sabar memang tidak mudah dan tidak bisa instan begitu saja, memerlukan beberapa tahapan untuk bisa bersabar diantaranya yaitu:
a. Bisa dimulai dari diri kita sendiri (memperbaiki kepribadian, menanamkan keyakinan pada diri bahwa orang-orang yang sabar akan mendapat balasan yang baik, menyadari bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang mana segala sesuatu dari kehidupan, gerak tubuh, perasaan, dan lain sebagainya itu atas kuasa Allah swt.
b. Meyakini adanya qada dan qadar yang telah ditetapkan Allah dan tidak dapat dihindari, serta adanya sunnatullah (hukum alam) yang berlaku dimuka bumi. Dalam kehidupan sehari-hari sifat sabar pasti sangat sering diperlukan oleh setiap orang karena kehidupan didunia memang banyak suka duka yang tak disangka-sangka terjadi begitu saja. Bisa tiba-tiba saja seseorang merasa stres ketika menghadapi sebuah masalah yang dirasanya tidak ada lagi solusi untuk permasalahan tersebut, ujian lain juga sering terjadi kepada para orang tua yang merasa sangat kesulitan bahkan merasa gagal mendidik anak-anaknya atau sebaliknya. Semua permasalahan seperti itu akan jauh lebih baik ketika dihadapi dengan perasaan tenang dan sabar.
Sabar adalah kunci untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Dengan menerapkan sifat sabar, kita akan lebih mampu menghadapi segala tantangan dan meraih tujuan hidup. Melalui kesabaran, seseorang dapat mengelola emosinya dengan baik, berinteraksi lebih positif dengan orang lain, dan tetap berkomitmen pada kebaikan meskipun menghadapi godaan atau kesulitan. Implementasi sifat sabar dalam kehidupan sehari-hari membantu menciptakan pribadi yang tangguh, toleran, dan mampu menghadapi berbagai situasi dengan bijaksana.
Oleh : Ismi Rohimatun Ni’mah UIN Antasari Banjarmasin, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0