Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Lonjakan Kasus Bunuh Diri Di Indonesia: Perlu Edukasi Kesehatan Mental Dan Dukungan Sosial

wr

Mahasiswa.co.id - Indonesia sedang menghadapi masalah serius terkait lonjakan kasus bunuh diri, namun pembicaraan tentang topik ini masih dianggap tabu dalam masyarakat. Meskipun dianggap tabu, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2023 melaporkan bahwa terdapat 100.00 kasus bunuh diri di Indonesia.

Beberapa stigma terkait bunuh diri, seperti dianggap bodoh atau konyol, serta dikaitkan dengan iman yang lemah, turut meramaikan perbincangan. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh ideologi Pancasila yang menekankan “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Sebuah penelitian di sekitar Gunung Kidul mengungkap keberhasilan dalam mengubah kepercayaan masyarakat terkait Pulung Gantung, yang dulunya dianggap sebagai penentu kematian seseorang. Keberhasilan ini diatributkan kepada tokoh masyarakat, nilai-nilai agama, dan peran ulama dalam menjelaskan bahwa Pulung Gantung hanyalah takhayul yang bertentangan dengan ajaran agama.

Pemicu tindakan bunuh diri di berbagai wilayah, termasuk Gunung Kidul, umumnya melibatkan faktor sosial ekonomi seperti kehilangan pekerjaan, gagal panen, dan bencana alam.

Contoh kasus di Pasuruan pada 8 Mei 2019, di mana seorang ibu dan anaknya melakukan bunuh diri dengan meminum racun ikan, menggambarkan dampak langsung dari tekanan ekonomi. Sang ibu meninggalkan pesan yang menunjukkan rasa putus asa dan himpitan ekonomi yang dialami keluarganya.

Bunuh diri bukan hanya tragedi bagi korban, tetapi juga berdampak pada orang-orang yang ditinggalkan, seperti keluarga dan teman-teman. Masyarakat seringkali menyalahkan atau memberikan stigma negatif terhadap korban bunuh diri, yang dapat memperburuk hubungan sosial.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman tentang kesehatan mental, memberikan dukungan sosial, dan mengurangi stigma terkait bunuh diri. Peran agama juga diharapkan dapat menjadi sumber dukungan dan pencegahan yang lebih efektif.

Penulis: Ardila Maulina, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.