Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN-T IPB University menggelar kegiatan sosialisasi

ipb
Sosialisasi digital oleh mahasiswa KKN-T IPB University di Kantor Desa Sukaratu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (6/1/2024). Foto: Helmi Baharuddin Sidiq/Mahasiswa IPB University

di Desa Sukaratu, Cianjur, dengan fokus membantu ibu-ibu PKK memahami digital marketing

Mahasiswa.co.id, Para mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata - Tematik) dari IPB University membawa angin segar kepada masyarakat Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan mengadakan kegiatan Program Optimalisasi Ibu Desa (POTENSI) pada Sabtu, 6 Januari 2024, di Kantor Desa Sukaratu. Kelompok mahasiswa ini memfokuskan upayanya pada sosialisasi digital marketing, menciptakan peluang baru dan memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Sukaratu.

Masyarakat desa seringkali menghadapi tantangan dalam mengakses dan memahami teknologi digital. Oleh karena itu, kehadiran kelompok mahasiswa KKN-T menjadi langkah yang berarti dalam memperkenalkan konsep digital marketing. Selain membuka wawasan mengenai potensi ekonomi melalui pemanfaatan jejaring sosial dan platform online, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan ekonomi lokal.

Dalam sesi sosialisasi, para mahasiswa tidak hanya memaparkan konsep digital marketing secara teoritis, tetapi juga memberikan panduan praktis dalam pembuatan toko online. Ibu-ibu PKK Desa Sukaratu dengan antusias mengikuti langkah-langkah pembuatan toko online, mulai dari pemilihan platform yang sesuai hingga manajemen inventaris produk. Mahasiswa KKN-T memastikan setiap langkah dijelaskan secara rinci dan dapat diaplikasikan dengan mudah oleh para peserta.

Bimbingan yang diberikan tidak hanya terbatas pada aspek teknis pembuatan toko online. Mahasiswa juga memfokuskan pada pemahaman aspek dasar pembayaran online, yang menjadi hal penting dalam transaksi digital. Hal ini bertujuan agar ibu-ibu PKK Desa Sukaratu tidak hanya mahir dalam memasarkan produk secara online tetapi juga mampu mengelola aspek keuangan yang terkait dengan bisnis online mereka.

Pentingnya peran jejaring sosial dalam memasarkan produk tidak terlewatkan. Mahasiswa KKN-T mengajarkan strategi marketing yang efektif melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Ibu-ibu PKK diajarkan cara membuat konten yang menarik dan relevan, sehingga mampu menarik perhatian lebih banyak pembeli. Dengan sabar, mahasiswa memandu para peserta melalui langkah-langkah praktis ini, memastikan bahwa mereka tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga mampu melakukannya dengan lancar.

Abel sebagai pemateri berbagi pandangannya, "Perubahan ini bukan hanya tentang membawa desa ke dunia digital, tetapi juga tentang mengubah cara pandang ibu-ibu desa terhadap diri mereka sendiri. Mereka bukan hanya ibu rumah tangga; mereka adalah pebisnis digital yang mampu mengukir keberhasilan mereka sendiri."

Hasil dari kegiatan ini cukup menggembirakan. Ibu-ibu desa menunjukkan ketertarikan dan antusiasme yang besar terhadap materi yang diajarkan.. Mereka menunjukkan komitmen untuk belajar dan menerapkan pengetahuan baru ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Inisiatif dari Kelompok KKN-T IPB University tidak hanya memperkenalkan desa kepada dunia digital tetapi juga membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi Desa Sukaratu. Pendidikan digital yang diberikan kepada ibu-ibu PKK diharapkan mampu mengubah paradigma mereka, memandang diri mereka bukan hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai pelaku bisnis yang mampu bersaing di era digital.

Keberhasilan kegiatan ini dapat diukur bukan hanya dari peningkatan penjualan produk lokal secara online tetapi juga dari bagaimana masyarakat desa dapat memanfaatkan potensi digital untuk memajukan ekonomi lokal mereka. Dengan membuka akses ke pasar global melalui platform online, diharapkan Desa Sukaratu dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam menjalankan transformasi digital.

Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan semacam ini adalah kunci keberhasilannya. Mahasiswa sebagai agen perubahan membawa pengetahuan dan keterampilan praktis, sementara masyarakat menyediakan wawasan lokal dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Dengan adanya kerjasama ini, harapan terbentuk akan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi desa-desa di Indonesia.

.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.