Mahasiswa.co.id - Setiap rumah tangga pastinya akan menghasilkan minyak jelantah dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya minyak jelantah langsung saja dibuang ke lingkungan ataupun ke saluran air tanpa adanya kontrol yang berwawasan lingkungan sehingga dapat membahayakan lingkungan. Minyak jelantah yang dihasilkan dari limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, seperti mengelolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan manusia sangat menyedihkan. Menangani masalah tersebut, mahasiswa KKN-T gelombang 113 Universitas Hasanuddin Wilayah Maros menyelenggarakan kegiatan “Penyuluhan Pembuatan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah” yang berlangsung di rumah Bapak RT VI Dusun Bentenge, Desa Bonto Mate’ne pada hari Senin, 20 Januari 2025. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah seluruh masyarakat desa, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah dibuang secara langsung ke lingkungan dan saluran air, serta memberikan pemahaman mengenai cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Penanggung jawab penyuluhan, Ainun Syahra yang merupakan mahasiswa dari program studi Kimia, terlebih dahulu memberikan materi mengenai bahaya minyak jelantah bagi lingkungan dan Kesehatan manusia apabila dibuang secara langsung dan dilakukan secara terus-menerus, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Selama proses penyampaian materi berlangsung, masyarakat dibagikan draft yang berisi cara pembuatan lilin aroamterapi agar dapat diimplementasikan kedepannya. “Melalui penyuluhan ini, saya berharap bapak/ibu sekalian dapat lebih bijak agar tidak langsung membuang limbah minyak jelantah ke lingkungan dan sekiranya dapat mengelolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis” tutur Ainun.
Setelah sesi pemberian materi selesai dan masyarakat telah mengetahui cara pembuatan lilin aromaterapi, penyuluhan dilanjutkan dengan proses pembakaran lilin aromaterapi dengan bau yang khas, seperti lemon, vanila, lavender, dan rose. Masyarakat desa sangat antusias dengan lilin aromaterapi ini karena mendapatkan inovasi baru untuk mengelolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat. Sesi selanjutnya yaitu masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengerti tentang lilin aromaterapi yang bertujuan untuk lebih memaksimalkan pemahaman masyarakat. Tim KKN-T Desa Bonto Mate’ne Wilayah Maros berharap dengan selesainya program kerja ini, masyarakat dapat menyerap ilmu yang telah diberikan dan dapat membuat lilin aromaterapi yang memiliki nilai ekonomis.

Komentar 0