Mahasiswa UNISA Wujudkan Fikih Hijau Lewat Aksi Menanam Mangrove di Pantai Baros
Oleh Redaksi
Dokumentasi memulai kegiatan penanaman mangrove (5/7/2025). Foto : Natasya Ristiana Dewi
Yogyakarta, Mahasiswa.co.id – Sebagai wujud nyata integrasi nilai-nilai keislaman dengan pelestarian alam, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menggelar aksi penanaman mangrove di Pantai Baros, Bantul. Kegiatan ini yang berlangsung pada sore hari, merupakan implementasi dari mata kuliah Fikih Hijau Islam dan IPTEK, yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan upaya konservasi alam.
Dengan mengusung tema "Mengakar dalam Iman, Menghijaukan Pesisir", aksi ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang peran manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) dalam menjaga keseimbangan alam.
Sepuluh mahasiswa dari Kelompok 3 memulai perjalanan pada pukul 16.00 WIB dengan berjalan kaki sejauh 1 km menuju lokasi konservasi. Mereka membawa 50 bibit mangrove dan sejumlah bambu sebagai penyangga untuk memastikan bibit tidak mudah tersapu ombak.
Penanaman dimulai pukul 16.25 WIB di kawasan konservasi yang dikelola masyarakat lokal. Pantai Baros dipilih karena kondisi Laguna Baros yang mengalami degradasi mangrove dalam beberapa tahun terakhir, mengancam ekosistem pesisir akibat abrasi dan kerusakan vegetasi. Faiz Wanda, salah satu peserta, menjelaskan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari QS. Ar-Rum ayat 41 yang menyatakan kerusakan di bumi akibat ulah manusia.
"Dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 41, Allah mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah manusia. Aksi ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai muslim untuk turut memperbaiki lingkungan." ujar Faiz saat berada di lokasi penanaman.
Pendekatan eco-theology dalam Islam menjadi landasan kegiatan ini, di mana alam dipandang sebagai ayat kauniyah (tanda kebesaran Allah) yang wajib dijaga.
Penanaman bibit mangrove. Foto : Natasya Ristiana Dewi
Aksi berlangsung dengan semangat gotong royong, mulai dari penggalian lubang, penanaman, hingga dokumentasi. Mahasiswa juga berdiskusi dengan Mas Riko, pengelola kawasan konservasi, yang menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan penanaman bergantung pada pemantauan rutin. "Kelompok tiga ini patut diapresiasi. Jadi kita harus menjaga alam, melestarikan yang sudah ada sejak dulu. Kegiatan seperti inilah yang paling kami dukung karena sejalan dengan visi konservasi kami. Seperti kata pepatah, jaga alam, alam jaga kita. Kalau bukan generasi muda seperti mereka yang memulai, lalu siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?" tegas Riko.
Dia menambahkan, "Kelangsungan hidup bibit berkisar 50–80%, tergantung pasang surut dan kebersihan area. Tanah di sini cukup subur, sehingga tidak memerlukan pemupukan tambahan."
Namun, tantangan seperti cuaca ekstrem dan sampah plastik yang terbawa arus tetap mengancam. Untuk itu, rencana pemasangan jaring pelindung sedang dipertimbangkan guna melindungi bibit dari gelombang besar dan sampah.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai agama dapat diwujudkan dalam aksi lingkungan. Dengan semangat green spirituality, mahasiswa UNISA berharap gerakan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif dalam konservasi alam. "Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, baik sebagai hamba Allah maupun bagian dari alam semesta," tutup Jeni.
Kegiatan setelah penanaman mangrove. Foto : Natasya Ristiana Dewi
Kegiatan di Pantai Baros dari mahasiswa UNISA ini membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi pelopor perubahan lingkungan dengan memadukan ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan, menanamkan harapan bahwa setiap langkah kecil dari menanam mangrove hingga menyebarkan kesadaran ekologis akan menumbuhkan dampak besar bagi kelestarian bumi, sekaligus menginspirasi lebih banyak anak muda untuk turun tangan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip keimanan dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0