Mahasiswa.co.id - Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku yang menyimpang dan berujung melakukan kegiatan yang negatif. Di era sekarang,tingkah laku dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat sangatlah mengkhawatirkan, terutama kenakalan remaja. Hal ini didukung karena para remaja sedang menghadapi masa perubahannya. Masa remaja adalah masa perubahan dari anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis, dan perubahan sosial. Di masa ini, biasanya remaja tidak bisa mengendalikan individunya dengan baik. Selain itu, remaja juga sulit membedakan kegiatan yang positif dan negatif untuk dirinya. Maka dari itu, remaja sekarang lebih cenderung melakukan kegiatan yang negatif akibat dampak dari pergaulan bebas tersebut.
Banyak kasus pergaulan bebas remaja yang bisa ditemui antara lain merokok, pacaran, tawuran, dll. Dari kasustersebut, yang paling sering terjadi ialah di kalangan pelajar. Hal ini sungguh memperihatinkan untuk didengar, seharusnya pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa malah terjerumus hal yang tidak baik. Masuknya pelajar kedalam pergaulan bebas tentu ada penyebabnya. Penyebab utamanya ialah minimnya kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas. Minimnya kesadaran pelajar biasanya disebabkan tidak adanya pemahaman dan contoh yang diberikan tentang bahaya pergaulan bebas kepada pelajar tersebut. Oleh karena itu, pelajar mudah terjerumus kedalam pergaulan bebas dikarenakan tidak mengetahui dampak dari pergaulan bebas tersebut.
Hal paling mendasar yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas adalah memberikan pendidikan karakter yang baik. Karakter adalah cara seseorang untuk menerapkan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.Adapun cara untuk memberikan pendidikan karakter pelajar yaitu memberikan pemahaman yang baik tentang diri dan lingkungan sekitar, menanamkan nilai dan norma yang mudah dipahami, mengajak pelajar melakukan kegiatan yang positif. Apabila cara ini dijalankan dengan baik, secara otomatis terjadinya peningkatan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas.
Dalam upaya peningkatan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas tentu lebih mudah dan cepat bila didukung oleh semua pihak. Berhasil atau tidaknya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas ditentukan pendidikan karakter pelajar tersebut. Oleh karena itu, Muhammad Revi Sahbani yang merupakan mahasiswa Kesejahteraan Sosial di Universitas Sumatera Utara melaksanakan program Kampus Mengajar Mitra USU (Praktik Kerja Lapangan I) di UPT SMPN 34 MedanJl. Zein Hamid Gg Perbatasan Baru No 6, Kampung Baru, Kec. Medan Maimun, Kota Medan dengan tujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas melalui pendidikan karakter.
Mahasiswa merasa perlu membuat program ini karena terdapat beberapa pelajar di sekolah tersebut mulai masuk ke tahap awal pergaulan bebas seperti pacaran dan merokok. Di antara kedua kegiatan negatif tersebut, pelajar yang berpacaran lebih mendominasi di sekolah. Apabila hal ini dibiarkan, nantinya akan berdampak buruk bagi diri pelajar sehingga membuat pelajar tidak fokus dalam pembelajaran.
Pada program ini, mahasiswa membuat mini project yaitu memberikan pendidikan karakter kepada pelajar untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas. Adapun sasaran dari program ini ialah pelajar siswa kelas VII. Program ini dilaksanakan secara offline mengikuti proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai pada bulan Maret sampai Juni 2023. Pada minggu awal dilaksanakannya kegiatan tersebut, yang dilakukan yaitu melakukan pengenalan dan pendekatan antara mahasiswa dengan pelajar di sekolah tersebut. Pada minggu selanjutnya lebih berfokus kepada masalah pelajar yang sudah masuk tahap awal pergaulan bebas seperti pacaran dan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Dalam menangani masalah tersebut, mahasiswa berupaya untuk menyelesaikan permasalahan yang dimiliki pelajar dengan metode intervensi casework. Adapun tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut :
1. Engagement, Intake, dan Contract.
Tahapan ini merupakan tahapan awal yang diawali dengan melakukan kontrak klien dan pekerja sosial lalu kesepakatan untuk melanjutkan tahapan selanjutnya.

Komentar 0