Mahasiswa.co.id - Pada hari Kamis, tanggal 15 juni 2023, kami rombongan mahasiswa PBSI berkumpul di lapangan futsal untuk melakukan upacara pelepasan oleh dekan fakultas. Pada pukul 09.05, kami berangkat menuju desa Ngalupolo. Kami terdiri dari mahasiswa semester 2, semester 4, semester 6, semester 8. Kami berangkat dengan menggunakan tiga mobil. Untuk menuju desa Ngalupolo, kami harus melalui jalan yang cukup ekstrim. Perjalanan yang begitu melelahkan harus kami lalui sebagai sebuah rombongan. Jalan itu berkelok-kelok. Pada tepian jalan, membentang tebing yang cukup curam. Jalan yang teramat menantang itu tidak menyiutkan nyali kami untuk terus bergerak menuju desa Ngalupolo. Selama perjalanan ada yang bertukar cerita, ada yang bernyanyi riang, ada yang lebih fokus bermain handphone. Bahkan ada yang bercanda ria sembari menakut-nakuti sesama merujuk pada kondisi jalan tersebut. Selama perjalanan juga kami menikmati pemandangan yang begitu indah. Menikmati indahnya lautan lepas yang membentang serupa permadani biru dan pegunungan yang indah dan elok dipandang mata.
Sepanjang perjalanan, ketika sedang asyik menikmati pemandangan, tiba- tiba Meletus ban mobil yang ditumpangi kelompok saya. Ledakan itu membuat semua teman-teman yang ada dalam mobil itu panik bahkan ada yang mulai takut. Mobil pun berhenti dan om sopir dengan sigap melakukan pemeriksaan ke ban. Setelah memastikan bahwa mobil dalam keadaan aman dan terkendali, Om Sopir kembali melajukan kendaraan dan kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Ngalupolo. Pemandangan yang indah mempesona masih merias sepanjang perjalanan. Keindahan itu sungguh menghipnotis kami sehingga tak terasa kami pun tiba di tempat tujuan yaitu desa Nangupolo.
Setibanya di desa Ngalupolo, kami pun turun dari mobil dan bergegas menuju tenda utama yang telah disiapkan. Kami disambut dengan sangat baik penuh keramahan oleh bapa Mosalaki beserta masyarakat desa Ngalupolo. Dalam satu rombongan kami diarak dengan suka ria. Sejenak beristirahat di tenda utama, kami lantas dibagikan ke dusun-dusun yang berada dalam desa Ngalupolo. Bersama beberapa teman kami dibagi untuk membaurkan diri dengan masyarakat di Dusun 3. Setelah pembagian kami lalu diarahkan ke tenda dusun untuk selanjutnya dibagikan ke rumah penginapan.
Sesampainya di tenda dusun kami pun dibagi ke rumah penginapan oleh Bapak Kepala Dusun. Berdasarkan pernyataan Bapak Kornelius Gheta selaku Kepala Dusun Tiga, kami dibagi per dua orang dalam satu rumah. Saya dan teman saya Peping dibagi dalam satu rumah. Setelah pembagian kami diarahkan ke rumah penginapan untuk menyimpan barang-barang bawaan. Setelah menyimpan barang, kami kembali ke tenda utama untuk makan siang. Setelah makan siang bersama, kami bergegas lagi ke penginapan untuk beristirahat lantaran sore hari masih ada kegiatan pembersihan Puskesmas Ngalupolo.
Pada sore hari, kami pun melakukan kegiatan pembersihan di Puskesmas. Setelah melakukan pembersihan di Puskesmas kami melanjutkan pembersihan di Gua Maria, desa Ngalupolo. Setelah melakukan pembersihan kami kembali ke penginapan masing-masing, beristirahat sejenak, mandi dan mempersiapkan diri untuk acara perkenalan di masing-masing dusun pada malam hari. Dan pada pukul 19.00 kami pun memulai acara perkenalan. Acara perkenalan malam itu dibumbui dengan suasana keakraban dan cinta, penuh canda dan tawa. Kami memperkenalkan diri serentak pula memperkenalkan orang tua asuh (Bapak dan Ibu Asuh). Seusai acara perkenalan, saya dan Peping bersama Bapak dan Ibu Asuh bergegas pulang ke rumah untuk beristirahat.
Keesokan harinya, pada tanggal 17 juni 2023 kami yang tergabung di Dusun Tiga melakukan kegiatan pembersihan Kali di desa Ngalupolo dikoordinir oleh Aleks Bataona. Peralatan yang dibawa dan digunakan adalah sapu lidi dan karung. Menjelang malam, sebagai sebuah rombongan, kami mengadakan malam kesenian. Bertindak sebagai MC (Master of Ceremony) yang memandu jalannya malam kesenian kami ialah Aleks Bagus. Ada pula banyak rangkaian kegiatan dari pengenalan Prodi. Ada pemaparan materi dengan pematerinya Onci Dhema. Bahkan ada pementasan drama yang dibawakan oleh mahasiswa semester 6. Banyak masyarakat desa Ngalupolo yang hadir dan menyaksikan kegiatan malam kesenian tersebut.
18 juni 2023 adalah tanggal penuh linangan airmata. 18 Juni 2023 merupakan hari senduh dan sedih kala saya harus berpamitan dengan Bapak dan Ibu Asuh lantaran harus meninggalkan kenangan indah di Nangupolo dan kembali ke Ende. Dengan langkah berat, kami pun menuju tenda utama, berkumpul di tepian jumpa bersama Bapak dan Ibu Asuh. Di tenda utama ini, meski dengan hati gundah gulana, kami harus mengangkat tangan dan melambaikannya sembari mengucapkan sayonara. Inilah momen pelepasan untuk kami mahasiswa dan para dosen. Sekitar jam 3:30, kami pun meninggalkan desa Ngalupolo menuju lapangan futsal Unifersitas Flores. Masih ada gundah di hati selama perjalanaan. Kenangan-kenangan indah masih menari-nari dalam ingatan dan sepertinya menyertai kami dalam mobil. Ngalupolo masih terus menyertai perjalan kami kembali ke Ende. Selama perjalanan pulang kami menikmati pemandangan lautan lepas dan juga pegunungan dan pesona sunset ketika matahari terbenam ke peraduan. Dan sekitar pukul 18.45 kami tiba di lapangan futsal dengan selamat.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0