Tasikmalaya, Mahasiswa.co.id - Transformasi digital kini mulai menyentuh tata kelola kelompok tani di wilayah rural. Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University sukses menggelar program peningkatan kapasitas petani Ciawi melalui pelatihan manajemen kelompok dan literasi digital.
Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Petani Ciawi Melalui Pelatihan Manajemen Kelompok dan Literasi Digital” ini berlangsung selama lima bulan, mulai September hingga Januari 2026. Kegiatan dipusatkan di Kampung Tegalaja, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Dematria Pringgabayu, S.AP., M.M., dosen Kelompok Keahlian Digital Business and Entrepreneurship, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University.
Dalam pelaksanaannya, Dematria berkolaborasi dengan Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, S.T., M.M. dan Syahputra, S.Sos., M.Sc., Ph.D. Program ini juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Dastaditya Sada Mudhofar, Rafli Firman Gani, dan Arman Maulana.
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Telkom University ini menyasar 50 pengurus dan anggota aktif Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Organik Mukti Sadaya.
Pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan tata kelola kelembagaan petani yang selama ini masih berjalan secara informal dan konvensional. Beberapa di antaranya struktur organisasi yang belum fungsional, pembagian kerja yang tumpang tindih, administrasi manual, hingga penggunaan smartphone yang belum diarahkan untuk produktivitas kelompok.
Ketua KEP Organik Mukti Sadaya, Papit Wirahmana, mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut selama ini operasional organisasi masih sangat bergantung pada figur pengurus inti tertentu.
“Lewat program ini, kami dibimbing untuk menata ulang rumah tangga organisasi kami agar lebih mandiri, transparan, dan tidak sekadar terjebak pada pemenuhan syarat administratif semata,” ujar Papit.
Pelaksanaan workshop berlangsung interaktif. Tim pengabdi menerapkan pendekatan Participatory Capacity Building yang dipadukan dengan model Experiential Learning.

Komentar 0