Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

“Revitalisasi Aren Di Koto Malintang: Mahasiswa KKN Menggali Potensi Aren Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan”

Gambar1
Observasi dan Survey Kebun Aren bersama ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) di Jorong Muko-Muko

Mahasiswa.co.id - Aren (Arenga Pinnata) dikenal sebagai tanaman serbaguna yang menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti gula aren, nira, dan ijuk. Selain sebagai komoditas perdagangan, pengembangan aren juga dapat berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan yang menjadi isu tragis di berbagai daerah termasuk di Nagari Koto Malintang. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan sumber pangan yang beragam dan berkelanjutan, pengembangan aren dapat menjadi salah satu solusi yang berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan tertentu.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Dr. Fuji Astuti Febria telah berhasil memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan tanaman aren di Nagari Koto Malintang. Selain konservasi lingkungan, Ketahanan Pangan juga menjadi tema KKN Nagari Koto Malintang tahun ini yang berfokus pada pengembangan aren dan galo-galo. Maka dari itu mahasiswa KKN yang beranggotakan Sisi Mulia Rahmi, Tivasha Fauziah H, dan Mega Delvana Malik bekerjasama dengan petani lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat aren, serta menyediakan informasi edukatif terkait budidaya dan pengolahan produk aren. Lebih lanjut, mahasiswa juga merancang strategi sosialisasi melalui pembuatan banner informatif untuk menyoroti potensi ekonomis dan kesehatan dari produk aren.

Berdasarkan survey lapangan yang dilaksanakan pada hari Kamis (16/1/25) yang didampingi langsung oleh Bapak Ispardi selaku Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) pada kebun aren milik bapak Zulkarnain yang berlokasi di Jorong Muko- Muko, dijelaskan bahwa saat ini pengembangan aren di Nagari Koto Malintang belum berproduksi secara maksimal. Salah satunya di Jorong Ambancang yang tidak berproduksi lagi dan memerlukan waktu lama untuk dikembangkan kembali. Selain itu, pohon aren yang terdapat di Nagari Koto Malintang masih tergolong liar sehingga akses menuju lokasi memerlukan waktu yang cukup lama dan medan yang sulit untuk dilalui, ujar pak Ispardi.

Wawancara Bersama Petani Aren Terkait Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Budidaya Aren di Nagari Koto Malintang

Dalam rangka menggali potensi aren, mahasiswa KKN Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 melakukan wawancara bersama bapak Zulkarnain yang merupakan satu-satunya petani aren di Koto Malintang. Dari hasil wawancara diketahui bahwa saat ini di Koto Malintang olahan produk aren hanya berupa air nira dan sangat disayangkan tidak adanya olahan produk berupa gula merah atau gula semut yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Masyarakat cendrung lebih menganggap menjadi petani aren merupakan pekerjaan yang tidak menjanjikan dan cukup beresiko. Bapak Zulkarnain mengungkapkan harapannya “ aren merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat hanya saja belum dimanfaatkan dengan maksimal, saya berharap semoga petani aren semakin banyak sehingga dapat menghasilkan berbagai inovasi produk”, ujarnya. Menyikapi hal ini mahasiswa KKN melakukan koordinasi dengan petani dan masyarakat setempat guna memahami kendala utama dalam produksi aren, terlebih Nagari Koto Malintang sendiri memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan aren salah satunya memiliki iklim yang tropis dan tanah yang subur.

Penyerahan Banner Informatif mengenai Potensi dan Ajakan untuk Budidaya Aren kepada Pemerintah Nagari Koto Malintang

Untuk mengatasi tantangan ini, mahasiswa KKN Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 merancang strategi yang lebih berfokus pada sosialisasi dan edukasi agar masyarakat menyadari pentingnya pengembangan aren sebagai sumber ketahanan pangan yang berkelanjutan. Sebagai solusi awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mahasiswa KKN membuat banner informatif tentang potensi aren yang nantinya akan diletakkan di Kantor Wali Nagari Kota Malintang. Rencana pembuatan banner ini mendapatkan respon baik dari bapak Ispardi dan bapak Zulkarnain, “ semoga aren bisa kembali dibudidayakan dan rencana untuk menjadikan Nagari Koto Malintang sebagai sentral pengembangan aren Sumatra Barat dapat segera direalisasikan” ujar pak Ispardi. Selain itu, mahasiswa KKN juga melakukan diskusi bersama bapak Hendra Yanto selaku Wali Nagari Koto Malintang terkait desain banner dan perizinan untuk meletakkan banner tersebut di Kantor Wali Nagari.

Banner berisi informasi seputar manfaat, potensi dan ajakan untuk membudidayakan aren. Pada hari Selasa (5/2/25) mahasiswa KKN Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 menyerahkan secara resmi banner yang bertemakan “Menggali Potensi Aren Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan di Nagari Koto Malintang”. Penyerahan ini dibersamai bapak Febri selaku Sekretaris Nagari dan bapak Nopri selaku Koordinator KKN.

Mahasiswa KKN Nagari Koto Malintang Universitas Andalas 2025 berharap solusi yang ditawarkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membudidayakan aren dan mendorong pemerintah nagari dan kelompok tani untuk menghasilkan olahan produk sebagai pangan alternatif yang berkelanjutan. Dengan pendekatan edukasi melalui banner ini, mahasiswa KKN dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat pohon aren dan peluang usaha yang dapat dikembangkan dari hasil olahannya. Meski saat ini produksi aren masih terbatas, langkah awal ini diharapkan dapat mengantarkan Koto Malintang sebagai Sentral Pengembangan Aren.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.