Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Student Loan: Membangun Jembatan Menuju Masa Depan atau Terjebak di Jurang Utang?

Untitled design

Mahasiswa.co.id - Mimpi menimba ilmu di perguruan tinggi seakan semakin menjauh. Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang meroket belakangan ini menjadi pukulan telak bagi semangat para mahasiswa. Tak sedikit yang harus mengubur cita-cita karena terkendala biaya pendidikan tinggi yang kian mencekik. Mengutip dari Survei Sosiekonomi Nasional (Susenas) 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya 10,15% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan tinggi telah menjadi hambatan besar bagi banyak siswa dalam mengejar impian mereka.

Di tengah keputusasaan tersebut, muncul wacana Student Loan, pinjaman pendidikan, bagaikan pisau bermata dua. Student Loan merupakan pinjaman yang diberikan kepada mahasiswa untuk membiayai pendidikan mereka, baik biaya kuliah, biaya hidup, maupun biaya lainnya yang terkait dengan pendidikan. Pinjaman ini biasanya berasal dari lembaga keuangan, seperti bank atau lembaga pemerintah, dengan berbagai skema dan ketentuan yang berbeda-beda. Dengan demikian, Student Loan diharapkan dapat membantu siswa mencapai impian mereka dan meningkatkan derajat hidup. Namun, apakah Student Loan sebenarya menjadi penyelamat atau justru menjadi jalan menuju jurang?

Sementara itu diiAmerika Serikat, Student Loan telah menjadi penyakit kritis yang tidak ada obatnya bagi banyak orang. Jutaan peminjam terjebak dalam hutang yang menggunung, dengan bunga yang terus bertambah. Situasi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada ekonomi secara keseluruhan. Jadi, apakah wacana Student Loan akan berjalan sesuai yang dikatakan Menteri Kauangan kita?

Fenomena ini justru memicu kekhawatiran tentang potensi dampak negatif Student Loan di Indonesia.

Banyak Mahasiswa Sandwich Generation?
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena sandwich generation telah menjadi sangat umum. Banyak mahasiswa yang harus menghadapi tekanan sandwich generation, di mana mereka harus menanggung biaya hidup diri sendiri, orang tua, dan bahkan anak-anak mereka di masa depan. Student Loan justru dapat nenyebabkan stres dan sulit untuk mencapai impian mereka. Mereka harus menghadapi risiko tidak dapat membayar utang mereka, sehingga dapat mempengaruhi kredibilitas mereka di masa depan dan menghambat mobilitas sosial.

Memang Ada Jaminan, Setelah Lulus Langsung Dapat Kerja?
Meskipun pendidikan tinggi meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tidak ada jaminan bahwa lulusan Student Loan akan langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Kondisi ekonomi yang fluktuatif dan persaingan di dunia kerja yang ketat dapat membuat pencarian pekerjaan menjadi lebih sulit. Disisi lain juga harus menghadapi tekanan untuk segera membayar utang Student Loan mereka, yang dapat menjadi beban yang berat bagi mereka. Mereka harus menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membayar utang, sehingga mereka merasa kekurangan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, mahasiswa yang baru lulus kuliah harus menghadapi tantangan yang berat dalam mencapai impian mereka dan meningkatkan derajat hidup mereka.

Baru Juga Lulus, Udah disurah Bayar Utang Aja!
Baru juga lulus dari Universitas, Mahasiswa masih harus berjuang untuk menyelesaikan utang yang diperoleh selama masa studi yaitu Student Loan. Mahasiswa yang seharusnya pusing mencari kerja sekarang ditambah dengan beban membayar Student Loan.

Jadi bagaimana pendapat kalian mengenai Wacana Student Load di Indonesia?

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.