Jakarta, Mahasiswa.co.id – Survey APJII 2025 mencatat perubahan signifikan dalam pola belanja online masyarakat Indonesia, menandai persaingan baru di antara platform e-commerce besar. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Shopee masih memimpin pasar dengan pangsa 53,22 persen, namun kejutan muncul dari TikTok Shop yang berhasil mencatat lonjakan drastis dari 12,20 persen menjadi 27,37 persen dalam satu tahun.
APJII menyebut kenaikan pesat TikTok Shop dipicu oleh meningkatnya konsumsi konten video pendek serta kebiasaan belanja impulsif yang dipengaruhi rekomendasi kreator. Fenomena ini dianggap sebagai indikator kuat bahwa konsumen semakin mengandalkan konten berbasis testimoni dan ulasan sebelum melakukan transaksi.
Pergeseran tersebut juga berdampak pada ekosistem pemasaran digital, terutama model berbasis performa seperti affiliate marketing. Banyak pelaku industri menyebut bahwa keputusan belanja kini sangat ditentukan oleh kualitas konten rekomendasi. Penjelasan rinci mengenai cara kerja sistem komisi bagi afiliator dapat ditemukan melalui panduan lengkap affiliate marketing yang membahas struktur pendapatan, jenis komisi, hingga strategi awal bagi pemula.
APJII menambahkan bahwa stabilnya infrastruktur internet, meningkatnya adopsi pembayaran digital, dan kebiasaan masyarakat yang terbentuk pascapandemi menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan e-commerce tetap kuat sepanjang 2025.
Pelaku bisnis memprediksi kompetisi akan semakin agresif pada 2026, seiring platform memperkuat fitur live shopping, integrasi kreator, serta kolaborasi dengan komunitas digital untuk mempertahankan pengguna. Sementara itu, analis menilai perubahan pola konsumsi yang sangat cepat mengharuskan brand dan afiliator menyesuaikan strategi jika ingin tetap relevan.

Komentar 0