Mahasiswa.co.id - Era globalisasi adalah suatu kemajuan dalam bidang teknologi dan komunikasi yang menciptakan suatu perubahan pada kehidupan sosial manusia di seluruh dunia. Kemudahan manusia dalam mengakses teknologi dan informasi semakin meluas jangkauannya. Berbagai aktivitas bisa di akses melalui dunia maya seperti membaca berita hanya dengan mengakses situs website, berkomunikasi tidak perlu lagi bertatapan secara langsung tetapi bisa melalui platform komunikasi (sosial media), dan mencari informasi tentang berbagai hal dengan mudahnya tersebar luas di Internet. Seakan-akan manusia tidak dapat lepas dari teknologi digital ini, karena dengan teknologi digital saat ini sangat memudahkan manusia dalam melakukan seluruh kegiatan.
Teknologi digital memiliki sisi positif tetapi nyatanya ada sisi negatif dari perkembangan teknologi digital, yaitu banyaknya penyebaran informasi atau berita palsu (hoax), perundungan di dunia maya, ujaran kebencian, penipuan online, kekerasan seksual di dunia maya, pornografi, dan lain-lain. Hal ini sering ditemukan dalam jejaring online yang sering kita akses baik lewat situs website maupun di sosial media. Berbagai sisi negatif dari penggunaan teknologi digital berkaitan erat dengan moral atau akhlak pada manusia. Jika manusia tidak pandai dalam memilah informasi, maka akan menurunkan kualitas akhlak tersebut. Oleh karena itu, masalah kemajuan teknologi terhadap akhlak dan adab manusia memerlukan perhatian dari semua kalangan di masyarakat.
Pendidikan adalah sarana paling utama dalam meningkatkan akhlak manusia. Dalam diri manusia terdapat akhlak baik yang telah tertanam sejak lahir tetapi seiring berjalannya waktu, akhlak tersebut mengalami penurunan, karena beberapa factor yang berasal dari lingkungan dan keluarga. Sehingga, memerlukan suatu penekanan pada aspek akhlak dalam pendidikan, terlebih lagi di era globalisasi sekarang ini, di saat permasalah akhlak semakin menurun. Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab “akhlaq” yang berarti tabiat, budi pekerti, atau sifat sejak lahir. Dengan kata lain, akhlak merupakan sifat sejak lahir dalam diri manusia yang menimbulkan perbuatan dan pemikiran. Sifat-sifat dalam diri manusia akan tumbuh dengan melakukan kebiasaan secara berulang-ulang. Hal ini menyebabkan munculnya akhlak baik (akhlaqul karimah) dan akhlak buruk (akhlaqul madzmumah) dalam diri manusia. Pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan membimbing dan mengarahkan manusia dalam perbuatan yang mulia menurut ajaran Islam dengan cara yang tepat sesuai dengan zaman saat ini. Oleh karena itu, pembentukan moral atau akhlak pada peserta didik mulai ditanamkan sejak dini dengan mengajarkan rukun islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Dengan mengajarkan rukun islam secara berulang-ulang, peserta didik akan berkomitmen untuk taat kepada Allah SWT dengan berpegang pada syahadat, menegakan shalat, melaksanakan puasa dan haji sebagai bentuk kesabaran, menahan diri, dan kedisiplinaan, menunaikan zakat yang akan menumbuhkan sikap kedermawanan, saling tolong menolong, dan rasa bersyukur terhadap pemberian rezeki yang diberikan Allah SWT.

Komentar 0