Mahasiswa.co.id - Mahasiswa BBK 7 Desa Sambipondok mengajak warga melihat minyak jelantah dari sudut pandang berbeda melalui kegiatan PLANET (Pilah Sampah untuk Kerajinan Tangan) yang digelar pada 19 Januari 2026 di Posyandu Paud Sambipondok. Limbah dapur yang sering dibuang sembarangan ini diperkenalkan sebagai sumber pencemar lingkungan sekaligus bahan yang masih bisa dimanfaatkan.
Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah (Sumber: Dokumen Pribadi)
Kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang dampak pembuangan minyak jelantah, seperti pencemaran tanah dan air serta penyumbatan saluran pembuangan. Warga kemudian dikenalkan pada potensi pemanfaatannya menjadi lilin aromaterapi. Mahasiswa BBK 7 menjelaskan tahapan pembuatan secara singkat dan jelas, mulai dari penyaringan minyak hingga pencetakan, lalu dilanjutkan dengan demonstrasi langsung. Sebanyak 14 warga mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 20 Januari 2026 melalui Eco-Craft Day di MI Desa Sambipondok. Sebanyak 16 siswa mengikuti edukasi pemilahan sampah, mulai dari mengenali jenis sampah hingga dampaknya bagi lingkungan. Sementara itu, 8 siswa lainnya mengikuti praktik pembuatan gantungan kunci berbahan resin dari potongan sampah plastik.

Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik (Sumber: Dokumen Pribadi)
Simulasi Pemilahan Sampah (Sumber: Dokumen Pribadi)
Pembuatan Gantungan Kunci Berbahan Dasar Resin (Sumber: Dokumen Pribadi)
Komentar 0