Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Hijab dalam islam, antara ketaatan dan tren modern

images

Mahasiswa.co.id - Sebagai seorang Muslimah, tentunya tahu bahwa menutup aurat adalah suatu kewajiban. Menutup aurat bisa dilakukan dengan menggunakan pakaian yang longgar dan hijab. Kegunaan Hijab sendiri tidak hanya sebagai penutup kepala dan dada saja. Akan tetapi, hijab merupakan simbol ketaatan, identitas dan perlindungan bagi seorang muslimah. Perempuan yang memakai hijab dianggap lebih sopan dalam berpakaian dan terjaga kehormatannya.

Seiring berkembangnya zaman, gaya hijab mulai berubah signifikan. Dari yang awalnya kain polos dan tidak banyak modelnya, sekarang terdapat berbagai gaya, model, dan material yang menarik. Apalagi sekarang, hijab sudah menyatu sebagai bagian dari tren fashion. Berbagai macam gaya dan model hijab muncul, dengan berbagai macam bahan dan aksesoris yang digunakan.

Hijab dalam Perspektif Islam

Dalam islam, perempuan yang sudah akil baligh harus menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan. Kewajiban menggunakan hijab sendiri ditegaskan dalam Al-Quran Surah An-Nur ayat 31 yang artinya,

"Dan katakanlah kepada para wanita beriman: "Hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali yang nampak di antaranya. Dan hendaklah mereka menggantungkan jilbabnya ke dadanya dan jangan menampakkan perhiasan mereka kepada laki-laki yang bukan suami mereka, yang bukan ayah mereka, yang bukan ayah mertua mereka, atau budak-budak mereka, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki hasrat (terhadap mereka), atau anak-anak kecil yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui apa yang mereka sembunyikan dari perhiasan mereka. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai para wanita mukmin. Sesungguhnya kamu telah banyak berbuat maksiat."

Dari ayat tersebut sudah menjelaskan bahwa wanita muslimah diwajibkan untuk memakai jilbab sampai menutupi dada. Ayat tersebut juga merintahkan untuk menahan pandangan dan menjaga kehormatan, tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada mahram, dan jangan memukulkan kaki ketika berjalan. Selain itu, hijab juga merupakan bentuk ketaatan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah mengajarkan muslimah untuk menutup aurat mereka.

Bahkan Allah SWT memerintahkan istri-istri nabi dan Wanita beriman untuk menutup aurat sebagaimana diatur dalam surah Al-Ahzab ayat 59 yang artinya ,

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Ayat ini menjelaskan untuk mengulurkan jilbabnya, bukan melilitkan atau mengikatnya ke leher. Jika wanita hanya memakai penutup kepala tanpa memanjangkannya ke dada maka dia belum melaksanakan perintah Allah SWT. Didalam ayat tersebut juga menjelaskan tujuan untuk menggunakan jilbab yaitu melindungi kaum Muslimah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, sebagai identitas bahwasanya mereka adalah Wanita Muslimah dan menjadi pembeda dengan Wanita tidak beriman.

Trend hijab di era modern

Di era modern, hijab tidak hanya di pandang sebagai kewajiban religius, tetapi juga sebagai bagian dari mode. Dahulu memakai hijab dianggap kuno dan kurang fashionable. Tetapi seiring berkembangnya zaman, banyak desainer yang mendesain hijab agar terlihat menarik dan bagus, sehingga dapat menarik perhatian perempuan untuk memakainya. Tak heran sekarang banyak remaja perempuan berpakaian modis yang dipadukan dengan berbagai gaya hijab. Memang hal itu tidak ada yang salah, tapi apakah gaya hijab tersebut sesuai dengan syariat islam?

Tidak bisa dimungkiri bahwa berbagai gaya hijab yang bermunculan di media sosial menjadi trend di kalangan remaja perempuan. Salah satu trend gaya hijab yang sedang digandrungi saat ini adalah turban. Turban sendiri sebenarnya sudah digunakan sejak abad ke-17 oleh Wanita Eropa. Gaya hijab turban ini sangat tidak sesuai dengan apa yang diajarkan agama islam. Hal tersebut dikarenakan turban hanya menutupi bagian rambut kepala sampai telinga saja, bahkan terkadang ada yang terlihat rambutnya.

Tidak hanya gaya hijab turban saja, Tetapi gaya hijab yang dililitkan ke leher atau disampirkan di bahu juga banyak digandrungi. Hal ini dianggap karena lebih praktik untuk digunakan. Padahal memakai hijab seperti itu sama saja dengan turban, tidak menutupi bagian dada. Saya jadi teringat dengan perkataan ini “bahu mu itu bukan jemuran kenapa jilbab mu disampirkan ke bahu seperti jemuran”.

Dan terakhir, gaya hijab pashmina yang sekarang ini sedang trend. Banyak kalangan remaja perempuan saat ini yang memakai pashmina, apalagi pashmina jersey. Hijab pashmina ini memiliki model memanjang dan lebarnya bahkan tidak menutupi punggung. Cara pakai hijab ini pun hanya disampirkan ke bahu, sehingga tak jarang menampakkan lehernya. Sebagian dari mereka yang memakainya juga sengaja memperlihatkan rambutnya atau mengeluarkan rambut bagian depannya.

Gaya hijab diatas bisa dikatakan sama saja memakai hijab namun telanjang. Fungsi hijab yang tadinya untuk menutup aurat dan menghindari syahwat lelaki malah mengundang syahwat lelaki. Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.”

Tips tampil fashionable tanpa menyalahi syari’at

Sebagai seorang Wanita, tentunya kita tetap ingin terlihat fashionable. Tapi bagaimana kita bisa tampil fashionable tapi tetap mempertahankan syari’at islam?. Simak tips ini!

1. Memahami cara berpakaian menurut islam

Kalian harus tahu apa yang boleh di pakai dan apa yang tidak. Jangan berpikiran jika meggunakan hijab panjang dan menutup dada berarti kuno dan tidak menarik. Ada berbagai macam model hijab menutupi dada yang bisa kalian coba.

2. Memakai rok

Jika kalian masih kurang percaya diri memakai gamis, kalian bisa memakai rok. Gunakan rok yang longgar, jangan memakai rok span karena akan membentuk lekuk tubuh. Jika menggunakan rok pastikan atasan kamu tidak ketat dan jangan menggunakan model baju croptop.

3. Pilih Warna Monokrom

Memakai warna monokrom menjadi pilihan yang simple. Karna menggunakan warna ini mudah untuk dipadupadakan dan tentunya jadi tidak sering membeli pakaian. Menggunakan pakaian monokrom bisa membuat badan terlihat lebih jenjang dan proporsional.

4. Gunakan Outer yang Multi Fungsi

Jika kalian bingung ingin memakai baju apa, kalian bisa memadukan kaos-kaos dengan outer yang kalian punya.

Sudah menjadi kewajiban untuk bagi muslimah, untuk memahami dan mengamalkan ayat tentang hijab tersebut secara sempurna (utuh). Hal tersebut untuk memuliakan perempuan itu sendiri dan bisa menghindari timbulnya syahwat dari lawan jenis. Jilbab tidak bertujuan membatasi gerak, aktualisasi, kemajuan dan perkembangan seorang perempuan. Jilbab juga bukan simbol keterbelakangan, kelemahan, atau kekalahan kaum wanita terhadap suatu kelompok di zaman tertentu.

Referensi

Eha, S. (2022, Mei 13). Hukum Berhijab Tapi Tidak Menutupi Dada, Begini Hukumnya Dalam Islam. DalamIslam .com. https://dalamislam .com/hukum-islam/wanita/hukum-berhijab-tapi-tidak-menutupi-dada

Kewajiban Menutup Aurat dan Batasannya | Almanhaj. (2022, Januari 15). https://almanhaj. or.id/48409-kewajiban-menutup-aurat-dan-batasannya-2.html

Tips Tampil Fashionable dan Tetap Menutup Aurat. (t.t.). Syalna Indonesia. Diambil 25 Mei 2024, dari https://syalna.c om/blog/tips-tampil-fashionable-dan-tetap-menutup-aurat/

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.