Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ketika Seni Bertemu Strategi: Kisah Mahasiswa UNP yang Tembus Industri Digital Pemerintah

Mahasiswa UNP

Mahasiswa.co.id - Siapa bilang latar belakang seni tak bisa bertransformasi menjadi kekuatan di industri digital modern? M. Fadjriansyah Kumara, lulusan Program Studi Pendidikan Seni Budaya Universitas Negeri Padang (UNP), membuktikan bahwa nilai estetika, kepekaan sosial, dan kreativitas bisa menjadi modal besar untuk menembus sektor strategis pemerintahan dan teknologi digital.

Dikenal luas di media sosial dengan nama Kumas Adjie, Fadjri tidak hanya tampil sebagai content creator yang kreatif, tapi juga sebagai penghubung antara dunia seni, pelayanan publik, dan digital branding. Melalui akun Instagram dan TikTok miliknya, ia kerap membagikan konten seputar budaya, komunikasi, dan kehidupan profesional dengan sentuhan yang ringan namun bernilai.

Semasa kuliah, Fadjri aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan seni pertunjukan ia dipercaya sebagai penari yang mewakili Indonesia dalam pertunjukan budaya di Jerman, memperkenalkan kekayaan seni nusantara ke panggung internasional.

Karier profesionalnya dimulai dari sektor perbankan. di mana ia bertugas memastikan standar layanan dan membantu mengembangkan sistem pelayanan yang lebih efektif. Pengalaman ini membentuk ketajaman analisis dan perhatian pada detail yang kelak sangat berguna di sektor digital.

Setelah itu, Fadjri bergabung di sektor pelayanan publik sebagai bagian dari Kementerian Investasi/BKPM. Di sinilah perpaduan antara seni komunikasi dan strategi digital membuahkan hasil nyata—membawa lembaga tersebut meraih Platinum Medal dalam ajang ICCA 2024 untuk kategori Digital Media Terbaik, sebuah penghargaan nasional bergengsi.

“Saya melihat seni bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang menyampaikan pesan secara efektif dan menyentuh hati. Di dunia digital, itu sangat relevan,” ungkapnya.

Kini, Ia menggabungkan kemampuan berpikir kreatif dengan data analitik, menjadikannya sosok yang unik di tengah tuntutan zaman yang serba cepat dan digital-first.

Melalui perjalanannya, Kumas Adjie membuktikan bahwa mahasiswa daerah pun bisa bersinar di panggung nasional dan internasional—asal punya semangat untuk belajar, beradaptasi, dan berani lintas batas.

“Kalau dulu saya menyampaikan cerita lewat panggung, sekarang saya menyampaikannya lewat konten. Ceritanya sama, hanya medianya yang berubah.”

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.