Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN UINSA Surabaya, Kelompok 155, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Dinsos P3AKB Bondowoso

KKN UINSA Surabaya

BONDOWOSO, Mahasiswa.co.id – Komitmen nyata dalam pemberdayaan masyarakat ditunjukkan oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 155 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Bertempat di Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, tim KKN dengan tematik khusus "Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)" ini telah mengambil langkah progresif dengan menjalin audiensi strategis bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso pada Selasa, 15 Juli 2025.

Audiensi ini merupakan fondasi penting dalam merumuskan program KKN yang tidak hanya relevan tetapi juga berkelanjutan, demi tercapainya lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang optimal bagi perempuan dan anak di Desa Trotosari. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, Mahdafiqihya Ahmad Shidqi (Fiqih), selaku salah kordinator desa KKN 155, didampingi rekan-rekannya seperti Rakha, Vennia, Yayan, dan Nasywa, secara langsung berdiskusi dengan Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Ibu Anisatul Hamidah, beserta anggota bidang terkait.

Program Konkret dan Dukungan Penuh dari Dinsos P3AKB
Hasil audiensi ini membuahkan beberapa kesepakatan program yang akan menjadi prioritas utama KKN 155 di Desa Trotosari:

1. Seminar Edukasi Parenting: Mengatasi tantangan pola asuh modern, tim KKN bersama Dinsos P3AKB akan menyelenggarakan seminar edukasi parenting bagi masyarakat Desa Trotosari. Seminar ini bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai pola asuh yang positif, responsif, dan sesuai dengan tumbuh kembang anak. Fokusnya juga akan mencakup pencegahan pernikahan dini dan penanganan kenakalan remaja, yang seringkali berakar dari kurangnya pemahaman parenting yang efektif.

2. Pemasangan Plang Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak: Sebagai upaya konkret untuk mempermudah akses masyarakat terhadap informasi dan layanan perlindungan, tim KKN akan memasang plang informasi mengenai pelayanan perlindungan perempuan dan anak di titik-titik strategis di desa. Plang ini diharapkan menjadi sarana komunikasi langsung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kasus terkait perlindungan.

3. Inisiasi Pembentukan Peraturan Desa (Perdes) Perlindungan Perempuan dan Anak: Langkah terobosan lainnya adalah inisiasi penyusunan Peraturan Desa (Perdes) yang secara khusus mengatur tentang perlindungan serta hak-hak perempuan dan anak. Perdes ini diharapkan dapat menjadi payung hukum yang kuat di tingkat lokal, meningkatkan atensi pemerintah desa, serta memastikan adanya regulasi yang terstruktur dalam penanganan isu-isu terkait.

4. Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Anggota PKK: Untuk memastikan keberlanjutan program DRPPA, tim KKN akan secara aktif mendampingi dan memberikan penguatan kapasitas kepada anggota PKK Desa Trotosari. Tujuannya adalah agar PKK dapat menjadi garda terdepan yang lebih progresif dan mandiri dalam mengawal isu-isu perlindungan perempuan dan anak di desa.

Ibu Anisatul Hamidah dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UINSA. Beliau juga memberikan beberapa saran penting untuk penguatan program DRPPA, di antaranya adalah pembentukan Forum Anak. "Pembentukan Forum Anak merupakan salah satu dari sepuluh indikator penting dalam DRPPA. Ini akan menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar dan memotivasi untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang edukatif dan terarah masa depannya," jelas Ibu Anisatul.

Beliau juga menekankan pentingnya percepatan penetapan Perdes untuk perlindungan perempuan dan anak guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih kuat.

Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan dukungan awal, tetapi juga akan turut serta mengawal program dan kinerja KKN 155 UINSA selama berada di Desa Trotosari. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang inklusif dan berkelanjutan.

Mahdafiqihya Ahmad Shidqi
KKN 155 UINSA

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.