Cirebon, Mahasiswa.co.id - sebuah warung makan yang suka memberi makan pada hari Jum’at atau yang biasa kita beri umpama “nasi barokah” warung tersebut di punyai oleh bapak yang bernama “Lukman” dia adalah seorang kepala keluarga yang memiliki seorang anak 2 dan istri beliau terlahir dari keluarga yang sederhana. Beliau sebelum berkarir di dunia usaha dia adalah seorang pegawai swasta yang bekerja di suatu pusat perbelanjaan, ia cukup lama bekerja sebagai pegawai swasta. Selain bekerja pegawai swasta dia membuka usaha warung makan sebagai sampingannya yang di beri nama “warung silaturahmi” awal mula membuka usaha dia dengan 3 temannya yang memiliki ide untuk membuat suatu usaha yang dimana produk yang mereka jual adalah sebuah ayam goreng. Setelah berjalan cukup lama usaha yang di jalani itu, beberapa dari temannya satu per satu keluar dari usaha yang di mulainya dari 0 yang di karenakan tidak bisanya membagi waktu untuk usaha dan pekerjaan utama.
Sekian lama bapak Lukman pun kembali ke pekerjaan swasta yang dimana ia bekerja, dan melanjutkan usahanya dengan cara catering atau secara pesanan. Setelah beberapa lama bekerja sebagai pegawai swasta dan memang sudah waktunya pak Lukman pun pensiun dari pekerjaan swasta yang di jalani. Setelah pensiun dari pekerjaan sebelumnya pak Lukman pun mempunyai niat untuk membuka usaha baru yaitu es buah prasmanan, es prasmanan tersebut ternyata tidak sesuai yang di ingin yang dimana ternyata pendapatan dan pengeluaran tidak sesuai dari yang sudah di hitung. Usaha es buah prasmanan tersendiri berjalan cukup sangat lama 3-5 bulanan dan setelah sepanjang itu tetap saja hasil omzet yang di itung tidak sesuai dengan yang di pikirkan, alhasil setelah melakukan usaha baru yaitu es buah prasmanan dan pada akhirnya es buah prasmanan pun stop dan melanjutkan usaha ayam goreng yang sudah di jalani nya sejak dulu bareng kawan²
Awal setelah lama tidak usaha ayam, dan setelah cukup lama berfikir juga akhirnya pak Lukman berniat serius dengan melanjutkan usaha itu yang di mulai pada 2022 yang pada saat itu Masi berjualan di daerah jl. Kartini. Awal berjualan di daerah Kartini tersendiri banyak banget pembeli yang mayoritas pekerja mall dan supermarket dan beberapa teman lama pak Lukman pun datang pada awal pembukaan warung tersebut. Tidak dengan waktu lama warung “silaturahmi” ini akhirnya memutuskan pak Lukman ingin membeli nama ini untuk usaha individu dikarenakan awal mula berdiri di bentuk dengan 4 orang.
Dikarenakan teman² pak Lukman satu per satu memisah dikarenakan ada pekerjaan yang lebih baik lagi dari usaha yang dimana usaha tidak sepasti bekerja supermarket atau mall. Akhirnya pak Lukman pun menemui 3 temannya untuk mengobrol masalah kesepakatan yang di setujui untuk kedepannya dengan perkembangan warung silaturahmi ini. Akhirnya pak Lukman pun membeli usaha tersebut dengan kesepakatan yang sudah deal sebelumnya.

Komentar 0